Alex Ferguson: Mengejutkan tapi Ini Keputusan Tepat

Kompas.com - 17/07/2009, 15:37 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Pelatih Manchester United (MU) tak menyangka kunjungan timnya ke Indonesia terpaksa harus dibatalkan karena terjadi ledakan bom di Jakarta. Apalagi hanya berselang sehari dari turnya yang dijadwalkan 18-20 Juli 2009.  

"Memang sedikit mengejutkan bagi kita semua. Kami baru saja menerima berita ini saat kami mendarat," ujar pelatih klub Inggris itu, Alex Ferguson, dalam konferensi pers di Kuala Lumpur, Jumat (17/7).

Dalam pernyataan resminya, Manchester United akhirnya membatalkan tur ke Indonesia setelah mendapat anjuran dari berbagai pihak. Hal tersebut telah diberitahukan kepada pimpinan asosiasi sepak bola Indonesia (PSSI) meski sampai sekarang belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara di Indonesia.

"Tidak ada solusi lain apa pun karena kami harus memberi perlindungan kepada para pemain kami. Oleh karena itu ini adalah keputusan yang tepat," ujar Ferguson.

Juara liga utama Inggris itu semula akan bermain melawan tim Indonesia "All Stars" pada Senin (20/7) mendatang dalam pertandingan kedua dari rangkaian tur mereka keliling Asia sebelum musim mendatang dimulai.  Selain Indonesia, mereka akan berkunjung lebih dulu ke Malaysia, dan selanjutnya ke Korea Selatan dan China.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau