JAKARTA, KOMPAS.com — Walaupun ledakan di Hotel JW Marriott membuat anak kesembilannya, Andri Maulana (23), dari 11 bersaudara dirawat di RS Jakarta, tetapi sang ayah, Marsadi, merasa tidak kesal. "Saya tidak merasa kesal atas kejadian ini. Saya merasa ini terjadi karena takdir Allah," kata Marsadi saat ditemui sedang menjenguk Andri di RS Jakarta, Jumat (17/7).
Marsadi menuturkan, kabar Andri menjadi korban datang dari pihak RS Jakarta. "Mereka menelepon saya. Saat ditelepon saya sedang menonton televisi yang menayangkan peristiwa ledakan di JW Marriott dan Ritz-Carlton," ungkapnya.
Andri mendapat luka di kepala bagian belakang dan tangan kanan. Saat dipindahkan dari Ruang Aster ke Ruang Yasmin, tampak Andri mendapat bantuan oksigen untuk pernapasannya.
Terhadap kejadian ini, Imas, ibu korban, merasa tidak ada firasat apa pun. Andri yang tinggal di Jalan Cendrawasih Kompleks P&K RT 04/6 Blok B No 50 Ciputat pun beraktivitas seperti biasa. Menurutnya, Andri berprofesi sebagai banket. "Waktu ledakan Andri terlempar keluar," ungkapnya.
Saat peristiwa itu terjadi, menurut Refol, sepupu korban yang juga datang untuk menjenguk, Andri sedang sarapan. "Saat ini kondisinya belum stabil," katanya.
Terlukanya Andri akibat ledakan bom membuat Imas tampak shock. Hanya wajah sedih yang mewakili apa yang ia rasakan.
Hal berbeda terjadi pada Marsadi. "Sebagai pria saya bisa menahan hal ini. Saya serahkan semuanya pada Allah SWT," ungkapnya.
Untuk para pelaku pengeboman, Marsadi menambahkan, pihak keluarga berharap polisi bisa segera menangkapnya. "Kita serahkan saja pada pihak polisi," tandas Marsadi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang