Jenazah Tim Tak Didampingi Keluarga

Kompas.com - 18/07/2009, 12:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak keluarga tidak mendampingi jenazah Timothy David Mackay, Direktur Utama PT Holcim Indonesia, yang tewas dalam ledakan di Hotel JW Marriott. Jenazah Tim hanya didampingi direksi PT Holcim. 

Rusli Setiawan, PR Management Director PT Holcim Indonesia, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua skenario bagi keluarga Tim. "Yang pertama keluarga akan datang dan kedua keluarga akan menunggu kedatangan jenazah di Selandia Baru," ujarnya dalam konferensinya di Rumah Duka RS Dharmais, Jakarta, Jumat (18/7).

Paling lambat esok hari, Minggu (19/7), jenazah Tim akan diberangkatkan ke Selandia Baru untuk dikebumikan. Namun, sampai saat ini, belum dapat dipastikan jam keberangkatan jenazah. Pihak PT Holcim dan Kedubes Selandia Baru tengah menyelesaikan urusan adminstrasi dan dokumen yang diperlukan. Pihak PT Holcim juga masih mengurus penerbangan jenazah.

Saat ini, jenazah Tim disemayamkan di lantai dua Rumah Duka RS Kanker Dharmais, Jakarta, mulai pukul 09.00 sampai 19.00. "Tidak ada prosesi khusus, hanya disemayamkan di RS Dharmais," ujar dia.

Pantauan Kompas.com di lapangan sampai siang ini para pelayat masih terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.

Timothy David Mackay (61), pria berkebangsaan Selandia Baru, tewas dalam ledakan bom di Hotel JW Marriott. Sejak Mei 2004, Tim menjabat sebagai Presiden Direktur PT Holcim Indonesia, Tbk Perusahaan. Setelah kepergian Tim, perusahaan akan menunjuk pejabat sementara presiden direktur, hal tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau