Besok, 111 Peserta Paduan Suara Pulang ke Indonesia

Kompas.com - 18/07/2009, 17:24 WIB

SEOUL, KOMPAS.com - Besok, Minggu (19/7) Kedutaaan Indonesia di Korea memulangkan 111 orang peserta festival paduan suara di Seoul, Korea Selatan yang sebelumnya dikarantina karena kasus flu babi. Mereka diterbangkan dengan pesawat Garuda dan Korean Air.

"Mereka adalah rombongan terakhir yang kami pulangkan. Dengan demikian seluruh peserta festival paduan suara yang berjumlah 347 orang, sudah kami pulangkan semua," kata Dubes Indonesia untuk Korea Selatan, Nicholas T Dammen, saat mengunjungi pameran Wedding Expo, di Gedung Coex, Seoul, Sabtu (18/7).

Menurut Nicholas, 111 orang tersebut dipulangkan setelah mendapatkan rekomendasi dari dokter Korea Selatan dan dua dokter dari Indonesia yakni dr Priyanti dan dr Andriya. Berdasarkan hasil pemeriksaan mereka, rombongan yang 14 orang diantaranya dinyatakan positif flu babi sudah dinyatakan sembuh. Sebagian besar rombongan berasal dari kelompok Elfas yakni sebanyak 50 orang, 7 orang dari Universitas Hasanudin, 34 dari Gorontalo, dan 20 orang dari Riau.

"Kami sengaja mendatangkan dokter dari Indonesia untuk memperoleh second opinion. Kami harus memastikan kondisi mereka benar-benar sehat sebelum pulang ke Indonesia," katanya.

Keempat belas pasien tersebut sebelumnya dirawat di Masan Medical Centre, Rumah Sakit Changwon, dan Rumah Sakit Inje. Sisanya sebanyak 97 orang sebelumnya dikarantina di Universitas Inje dan Universitas Masan. "Mereka yang positif dan negatif kondisinya sudah sehat semua, sehingga diperbolehkan pulang ke Indonesia," ujarnya.

Berdasarkan data Kedutaan Indonesia di Korea dari total 347 orang peserta paduan suara, 46 orang diantaranya sempat dinyatakan positif flu babi. Setelah kondisinya membaik, mereka dipulang secara bertahap mulai tanggal 12 Juli lalu.

Festival paduan suara sedianya mau digelar di Kota Changwon, Provinsi Gyeongnam, sekitar 450 kilometer dari Seoul. Awalnya Indonesia akan mengirimkan 15 kelompok paduan suara, tetapi baru 9 kelompok yang terbang ke Korea Selatan acara tersebut sudah dibatalkan karena kasus flu babi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau