Terorisme Mengancam Kawasan Internasional

Kompas.com - 18/07/2009, 18:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com-Menteri Luar Negeri RI, Hassan Wirajuda menilai perlunya peningkatan kerjasama dengan negara-negara tetangga terhadap aksi terorisme. Terorisme merupakan aksi lintas perbatasan yang bukan hanya mengancam stabilitas negara melainkan kawasan internasional.

"Kerjasama dengan negara-negara tetangga perlu ditingkatkan karena sifat dari aksi terorisme yang lintas perbatasan dan merugikan masyarakat sipil terlepas dari asal warga negaranya. Terorisme merupakan ancaman langsung tidak hanya bagi stabilitas negara, tetapi juga keamanan dan perdamaian kawasan," ujarnya seusai berbincang dengan Menteri Luar Negeri Australia, Stephen Smith di Gedung Departemen Luar Negeri, Jakarta, Sabtu (18/7) .

Hassan menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia dan Australia mengutuk keras segala aksi terorisme yang terjadi di Indonesia yang merupakan serangan terhadap demokrasi dan kebebasan. "Aksi teror ini juga dapat merusak tatanan program pembangunan dan kemajuan ekonomi yang telah dicapai Indonesia selama beberapa tahun ini," ujarnya.

Untuk itu, Hasan melanjutkan, bahwa pertemuan dirinya dengan Menlu Australia menekankan pentingnya kedua negara untuk meneguhkan kembali komitmen bersama untuk menanggulangi terorisme di kawasan.

"Saya juga menyampaikan ucapan simpati yang sedalam-dslamnya kepada seuruh korban dan keluarga korban aksi teroris yang terjadi di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton. Serta ingin menyampaikan belasungkawa dari pemerintah Indonesia kepada warga negara Australia yang menjadi korban aksi teroris ini," ucapnya.

Sebelumnya, Indonesia-Australia bersepakat untuk memajukan kerjasama erat guna melawan terorisme, yaitu melalui pertukaran informasi intelejen, pelatihan dan peningkatan kapasitas dan bahkan operasi bersama yang dilakukan sejak bom Bali I, 12 Oktober 2002 . "Kerjasama tersebut berdasarkan MoU 7 Februari 2002 dan perjanjian Lombok-Perth, 26 November 2006," ujarnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau