Tiga Warga Gresik Tidak Terbukti Penyandang Dana Bom

Kompas.com - 18/07/2009, 18:09 WIB

GRESIK, KOMPAS.com - Tiga warga Gresik yang sempat disebut sebagai penyandang dana pelaku pengeboman Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott Kuningan Jakarta tidak terbukti. Kepolisian Resor Gresik telah merujuk silang di Mapolres Gresik kepada tiga orang itu, namun tidak terbukti bahkan tudingan itu cenderung mengarah fitnah.

Polres Gresik hanya menindaklanjuti faksimili yang ditujukan ke Mabes Polri oleh seseorang berinisial DY, lalu diteruskan ke Polres Gresik. Pengusaha yang dikabarkan sebagai penyandang dana salah satu capres itu, dinilai sakit hati atas kekalahan dalam pilpres sehingga menggunakan tangan orang lain untuk melakukan pengeboman. Polres Gresik pun merujuk silang ke pengusaha CV Almenta di Jalan Mayjend Sungkono Gang 14 Nomor 108 Gresik, yakni Irawan dan adiknya Nanang dan rekannya Felix.

Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Gresik, Ajun Komisaris Ernesto Seiser, faksimili itu semacam surat kaleng dari orang yang sakit hati. Surat itu dikirim DY untuk menjatuhkan Irawan dan Nanang.

Irawan, Nanang dan Felix sempat dimintai keterangan di Unit I, II dan V Mapolres Gresik pada Jumat (17/7) malam. Kepala Satuan Intelijen Polres Gresik Ajun Komisaris Bambang menyatakan keduanya bukan diperiksa tetapi diklarifikasi keterangannya untuk diru juk silang. Setelah ditanya ketiganya membantah. Irawan sendiri saat ditanya wartawan menyatakan laporan ke Mabes Polri lewat faksimili itu kurang pekerjaan mengkait-kaitkan dengan bom. Irawan dan Nanang sudah sembilan kali mengalami peristiwa serupa.

Pemeriksaan dan Penjagaan Diperketat

Sementara itu terkait ledakan di Ritz Carlton dan JW Marriott Kepolisian Resor Gresik meningkatkan kewaspadaan dengan menggelar razia cipta kondisi dan memperketat pengamanan di sejumlah obyek vital dan perusahaan asing. Razia diantaranya dilakukan di pintu keluar masuk tol Manyar dengan tiga peleton atau 80 personil polisi. Puluhan kendaraan khususnya mobil boks dan mobil pribadi dari arah pantura dirazia khususnya pada jam rawan.

Razia cipta kondisi ini untuk pengamanan pasca terjadinya ledakan di Jakarta. Status siaga dua, diditingkatkan menjadi siaga satu. Sasaran razia ini diantaranya adalah pengamanan sajam, senjata api hingga narkoba. Pemeriksaan juga dilakukan serentak Polsek jajaran di Gresik.

Pada Sabtu (18/7) pemeriksaan di pelabuhan umum Gresik juga diperketat. Petugas gabungan dari Kepolisian Ksesatuan Pelayanan dan Pengamanan Pelabuhgan dan Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai di Pelabuhan Gresik menggeledah setiap kendaraan yang memasuki kawa san pelabuhan umum Gresik. Sasarannya pelaku pengeboman dan yang membawa bahan peledak.

Petugas memeriksa di pintu masuk pelabuhan dan di pemberangkatan kapal penumpang. Kapal yang berangkat dan kapal yang baru datang juga diperiksa termasuk muatan dan dokumen muatan. Razia dan pemeriksaan juga diterapkan ke setiap ruang kapal. Hal itu untuk mempersempit ruang gerak pelaku teror yang dimungkinkan menggunakan pelabuhan rakyat untuk melarikan diri dari Pulau Jawa.

Sejumlah obyek vital di pesisir pantai Gresik juga dijaga ketat seperti PLTU PJB Gresik, sejumlah perusahaan seperti PT Smelting, Petrokimia Gresik. Semula yang berjaga hanya sekuriti Sabtu terlihat polisi berseragam termasuk di kawasan industri Maspion d an sumur South Bungoh Manyar Gresik.

Sementara di Bojonegoro dan Tuban obyek vital khususnya lapangan migas juga dijaga ketat. Di Bojonegoro tercatat ada Blok Cepu di wilayah Kecamatan Ngasem dan Kalitidu, sumur Tiung Biru 1 di Kecamatan Tambakrejo, sumur Sukowati Pad A dan Pad B di Kecamatan Kapas dan Bojonegoro.

Di Tuban, terdapat Centra Processing Area (CPA) Mudi di Desa Rahayu, Kecamatan Soko dan pipanisasi hingga di Kecamatan Palang, Tuban, lapangan Mudi Soko Tuban, juga terdapat pabrik PT Semen Gresik. Di Lamongan terdapat Wisata Bahari Lamongan, Maharani Gua dan Zoo Lamongan dan Lamongan Integrated Shoarebase.

Akses jalan menuju obyek vital juga diwaspadai. Kepala Bagian Binamitra Kepolisian Wilayah Bojonegoro Komisaris Suroto menyatakan seluruh Polres jajaran mulai dari Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Jombang dan Mojokerto diminta mengamankan obyek vital masing-masing, penjagaan di wilayah perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah juga diperketat.

Personil polisi disiagakan di Bulu, Tuban untuk mengantisipasi dari arah Rembang dan di Padangan Bojonegoro untuk mengantisipasi dari arah Cepu, Blora. Mobil dan orang mencurigakan diperiksa dengan intensif. "Bila masyarakat mendapati orang atau sesuatu yang mencurigakan diminat segera melapor ke polisi," kata Suroto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau