Pelaku Mutilasi Ditangkap

Kompas.com - 18/07/2009, 18:14 WIB

MAGETAN, KOMPAS.com - Hanya dalam waktu satu minggu, Kepolisian Wilayah Madiun dan Kepolisian Resor Magetan mengungkap sekaligus menangkap pelaku mutilasi. Seperti diketahui, potongan-potongan tubuh telah ditemukan di bus di Yogyakarta dan di beberapa titik di Sarangan, Magetan sejak Jumat (10/7) sampai Selasa (14/7) lalu.

Cepatnya pengungkapan kasus membuat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur Inspektur Jenderal Anton Bahrul Alam datang ke markas Polres Magetan, Sabtu (18/7), sebagai bentuk apresiasi. Kapolda juga yang memberikan keterangan pengungkapan kasus itu kepada wartawan. Kapolda didampingi Kapolwil Madiun Komisaris Besar Achmadi dan Kapolres Magetan Ajun Komisaris Besar Jakub Prajogo.

Pelaku mutilasi itu berinisial GM, mahasiswa semester empat Akademi Keperawatan Muhammadiyah, Ponorogo. Sementara korban mutilasi bernama Ayu Wulandari, mahasiswi semester dua di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Medika, Jombang. Keduanya bertemu saat magang di RSUD Dr Harjono, Ponorogo sejak sekitar dua minggu yang lalu.

Dalam keterangan Kapolda kepada wartawan, Kapolda mengatakan, GM membunuh Ayu karena Ayu menolak permintaan GM untuk berhubungan seks. Alasannya Ayu sedang haid. Tidak terima dengan penolakan itu, GM lalu mencekik dan membentur-benturkan kepala Ayu hingga tewas.

Peristiwa ini terjadi di kamar nomor tiga di Hotel Pantes di kawasan wisata Telaga Sarangan, Kamis (9/7) malam. Kemudian pada Jumat (10/7) pagi, dia memutilasi Ayu di kamar mandi di kamar nomor tiga tersebut.

GM memotong-motong tubuh korban menjadi sembilan bagian dengan menggunakan golok yang baru dibelinya di Pasar Plaosan, Magetan. "Pelaku gelap mata. Lalu melakukan mutilasi sebagai cara untuk menghilangkan jejak," kata Kapolda.

GM lalu memasukkan potongan tubuh itu ke lima kantung plastik. Siang itu juga, dengan menggunakan sepeda motor, dia langsung membuang dua kantung plastik di sekitar Jembatan Mojosemi II, Sarangan dan dua kantung plastik lagi dibuang di samping tanjakan Ngroto, Sarangan (satu kilometer dari Mojosemi II).

Lokasi pembuangan ini dipilih karena berada di jalanan yang sepi kendaraan dan di samping kiri dan kanan jalan adalah hutan yang jauh dari pemukiman penduduk.

Sementara satu kantung plastik lagi ditaruhnya di bus Sumber Kencono jurusan Surabaya-Yogyakarta bernomor polisi W 7602 UN. Seluruh potongan tubuh ini telah ditemukan antara tanggal 10 Juli sampai 14 Juli. Potongan tubuh pertama yang ditemukan adalah potongan tubuh di bus.    

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau