Obati Kekecewaan, Pendukung MU Tonton IAS Latihan

Kompas.com - 18/07/2009, 20:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pendukung Manchester United Indonesia (IndoManUtd) menyaksikan tim Indonesia All Star (IAS) berlatih di Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (19/7). Ini adalah usaha mereka mengobati kekecewaan batal menyaksikan "Setan Merah" berlaga, Senin (20/7).

Manchester United (MU) membatalkan kunjungannya ke Indonesia atas alasan keamanan menyusul peristiwa ledakan bom di Hotel Rits Carlton dan JW Marriot, Jumat (17/7). Hal ini sangat mengecewakan sejumlah anggota IndoManUtd. Pasalnya, mereka sudah mengorbankan banyak biaya untuk tiket dan akomodasi.

Seorang pendukung MU dari Surabaya, Candra Kurniawan menuturkan, ia datang ke Jakarta dalam rombongan 25 orang. Masing-masing mengeluarkan biaya akomodasi sebesar Rp 1,5-2 juta rupiah. Nilai ini masih ditambah pengeluaran pembelian tiket kelas satu senilai Rp 400 ribu per orang.

Menurut Candra, sebelum berangkat ke Jakarta, Jumat (17/7) malam, ia dan rekan-rekan sudah mengetahui soal pembatalan kunjungan MU. Namun, mereka tetap memutuskan untuk berangkat dengan harapan, MU akan tetap datang ke Indonesia.

"Kalau MU jadi datang, kita sudah siap di sini (Jakarta). Kalau tidak jadi, anggap saja pelesir. Lagi pula, IndoManUtd (kelompok suporter MU Indonesia) mau ada acara gathering nasional juga," ujar Candra.

Di tengah ketidakpastian itu, Candra dkk mendengar bahwa tim IAS akan berlatih di GBK. Mereka pun memutuskan untuk datang. "Indonesia All Star-kan calon lawan MU. Kalau mereka masih latihan, berarti ada kemungkinan MU jadi datang," sahut rekan Candra, Bagus Brahmana Putra.

Kesempatan bertemu dengan tim IAS ternyata mampu meringankan kekecewaan Candra dkk. Mereka berfoto bersama sejumlah personel IAS sambil menyanyikan lagu "Garuda di Dadaku" untuk menyemangati Bambang Pamungkas dkk.

"Lumayan, bisa lihat latihan Indonesia All Star. Jadi tidak sia-sia juga kita ke Jakarta," tandas Bagus.

Saat ini, Ketua Komite Pelaksana Lokal laga persahabatan MU-IAS, Agum Gumelar sedang berada di Malaysia membicarakan kemungkinan MU tetap tampil di Jakarta. Hal mengenai pengembalian tiket pertandingan akan diputuskan setelah itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau