Kunjungan Wisman Diperkirakan Turun

Kompas.com - 18/07/2009, 21:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik memprediksi, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia untuk tahun 2009 ini akan turun antara 20-30 persen. Meski turun, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia tahun ini diharapkan tetap diatas jumlah kunjungan pada tahun 2007 lalu.

Jero Wacik, kepada para wartawan di Jakarta Media Center, Sabtu (18/7) malam, meramalkan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tahun ini hanya mencapai 5,5 juta orang. Angka tersebut tidak termasuk jumlah kunjungan wisatawan nusantara. "Setiap peristiwa meledaknya bom, pasti akan terjadi penurunan jumlah kunjungan. Tapi, kalau perbaikannya cepat dan langkahnya tepat, semua itu akan bisa diatasi," katanya.

Jero Wacik menyatakan, berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, seperti peristiwa bom Bali I, Bom Bali II, peristiwa kerusuhan Mei 1998, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia dipastikan menurun.

Peristiwa kerusuhan Mei 1998, lanjut Jero Wacik, telah mengakibatkan penurunan jumlah wisatawan dari lima juta orang pada tahun 1997 menjadi hanya 4,3 juta orang. Kemudian, pada peristiwa bom Bali I, jumlah kunjungan wisatawan dari sebelumnya 5,1 juta orang menjadi hanya 4,4 juta orang. "Pada peristiwa bom Bali II, dari semula 5,3 juta kunjungan menjadi hanya 4,8 juta kunjungan saja," katanya.

Jero Wacik mengatakan, saat ini, sebenarnya kondisi kepariwisataan Indonesia sedang bagus-bagusnya. Jero menyatakan, sektor pariwisata Indonesia tahun ini sebenarnya sedang mengalami puncak kejayaannya. Dirinya menyesalkan terjadinya peristiwa bom bunuh diri ini karena akan memilki dampak yang sangat signifikan terhadap jumlah dan revenue dari sektor pariwisata Indonesia.

Pada tahun 2008, dengan jumlah kunjungan wisman mencapai 6,4 juta orang, revenue yang diperoleh negara dari sektor ini mencapai 7,4 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 80 triliun. Angka ini didapat dengan asumsi tiap wisatawan menghabiskan uang senilai 1.178 dollar AS. "Untuk tahun ini, dengan asumsi hanya 5,5 juta wisman, revenue yang diperoleh negara hanya sekitar Rp 60 triliun saja," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau