Terorisme Hancurkan Mimpi Indonesia

Kompas.com - 18/07/2009, 23:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyerang tim Indonesia All Star (IAS), Budi Sudarsono, menilai aksi pengeboman di Hotel Ritz-Carlton dan JW Marriott merusak mimpi sepak bola Indonesia bertukar ilmu dengan Manchester United (MU).

Sebagai tim dengan reputasi internasional, MU memiliki kualitas permainan di atas rata-rata. Kedatangan mereka ke Indonesia pun digadang-gadang menjadi sebuah kesempatan berharga bagi Indonesia mencicipi permainan level dunia.

Namun, mimpi dan antusiasme itu kini hancur. MU membatalkan kunjungannya ke Indonesia karena alasan keamanan. Lebih jauh, aksi terorisme itu akan menyulitkan Indonesia menggelar event internasional di masa mendatang.

"Aku bukan penggemar MU, tapi mereka adalah tim besar. Banyak yang bisa kita pelajari dari mereka. Mudah-mudahan mereka jadi datang," harap Budi seusai menjalani latihan bersama Indonesia All Star, Sabtu (19/7).

Senada dengan itu, kiper Markus Horison juga menyesali pembatalan tersebut. Ia mengaku sudah menyiapkan diri sebaik mungkin untuk adu penampilan melawan Edwin van der Sar.

"Van der Sar adalah kiper hebat. Rencana kedatangannya membuatku termotivasi berlatih lebih giat dan serius. Sayang sekali kalau sampai batal," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Acara Panitia Lokal Djoko Driyono mengungkapkan, Ketua Panitia Lokal Agum Gumelar sedang berada di Malaysia untuk kembali melobi manajemen "Setan Merah".

"Mudah-mudahan, hasilnya baik. Kita harapkan, keputusan final sudah bisa kita dapat hari Minggu besok," ujarnya.

Bila keputusannya adalah MU tetap batal tampil, panitia akan membahas koordinasi dan mekanisme pengembalian tiket. Dikatakan, pengembalian tiket paling cepat bisa dilakukan pada Rabu (22/7).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau