Yang Diinginkan Pria dalam Bercinta

Kompas.com - 19/07/2009, 13:29 WIB

KOMPAS.com — Saat menanyakan kepada beberapa pria tentang tingkah wanita yang tak disukai, ada yang menjawab kepada Kompas.com, yakni ketika wanita diam saja di tempat tidur. Meski hanya satu dari sekian jawaban, namun ternyata pria ingin wanita yang lebih vokal di tempat tidur. Lalu, sebenarnya, apa yang diinginkan pria saat bercinta?

Tanyakan kepada beberapa pria mengenai apa yang mereka inginkan dari istrinya, kemungkinan terbesar, mereka akan menjawab “Seks yang lebih sering.” Tapi, ketika kita berani menanyakan lebih mendalam, seks seperti apa yang mereka inginkan, jawaban dari masing-masing pria bisa jadi akan berbeda-beda.

Namun, ada 3 hal yang umumnya akan disukai setiap pria dari istrinya berkaitan dengan seks, hasil dari survei dan penjelasan ahli seks. Berikut adalah tips yang di-share oleh Jane Buckingham dalam bukunya, Modern Girls’ Guide to Life, tentang apa yang disukai pria di ranjang:

Lebih vokal
Bayangkan menyaksikan film tanpa suara. Mungkin menghibur untuk film-film bisu zaman dulu. Tapi sekarang? Tentu akan lebih afdal dan lebih seru dengan efek suara yang mendebarkan. Entah sudah berapa kali ahli seks mengatakan bahwa pria adalah mahluk visual, tentu pengalaman visual itu akan lebih seru jika ditambah suara-suara. Jika Anda diam saja, tentu si suami akan merasa bercinta dengan boneka yang diam saja.

Masih merasa jengah dengan dirty talk? Mulailah perlahan dengan mengatakan apa yang Anda ingin, misal, “Sedikit ke kiri, Sayang,” atau “Lebih cepat sedikit, Yang.” Berikan feedback tentang apa yang Anda mau, ia akan merasa Anda dan dia sedang berada dalam kontinum waktu yang sama dalam sebuah petualangan mendebarkan.

Ketika ia melakukan apa yang Anda suruh dan membuat Anda merasa enak, berikan ucapan rasa terima kasih lewat lenguhan, “Ooh, mmmhh, atau aaah!” agar ia terus melakukan apa yang enak untuk Anda. Jika suami masih belum menemukan titik yang Anda mau, gunakan tangan Anda secara perlahan untuk menuntunnya.

Beberapa pria bahkan senang dengan dirty talk. Bukan tipe Anda? Well, tak ada salahnya untuk mencoba hal baru, kan? Anda bisa memulai melatih dirty talk dengan memuji bagian-bagian tubuh suami yang Anda anggap seksi. Misal, “Dada kamu yang bidang bikin aku kangen,” atau bagian tubuh lainnya. Keluarkan saja apa yang ingin Anda puji dari tubuhnya. Ini juga sebagai salah satu cara untuk membangun keintiman dengan pasangan.

"Woman on Top"
Tak seperti wanita yang perlu di-”bangunkan” segala inderanya untuk bisa terangsang, pria hanya cukup dirangsang lewat visual. Maka dari itu, posisi woman on top (WOT) merupakan posisi yang paling disukai pria. Selain bisa melihat dua gunung kembar Anda secara langsung, ia juga merasa senang karena melihat bahwa Anda yang mengambil alih tongkat kepemimpinan sesekali.

Namun, bonus dari posisi ini tak hanya untuk si dia, Anda pun bisa mendapatkan kesenangan dari posisi ini. Ketika Anda melakukan WOT, bersandarlah sedikit ke depan, hingga pelvis Anda dan dia bertemu. Di posisi ini, klitoris (eksterior) dan G-Spot (interior) Anda akan mendapatkan stimulasi, memberikan Anda kenikmatan puncak.

Spontan
Bayangkan Anda harus makan masakan yang sama terus-menerus berhari-hari. Tentunya yang ada hanya bosan, bukannya rasa yang enak. Hal yang sama dengan seks. Dengan posisi yang sama, gaya yang sama, di tempat yang sama, waktu yang sama, wah, lama-lama jadi rutinitas, dong?

Buka wawasan Anda, berimajinasilah untuk membuat suami merasa seks menjadi sebuah petualangan baru. Tak perlu heboh mengenakan pakaian cat woman atau tiba-tiba memasang tiang penari stripper. Tapi ganti suasana, atau ganti lokasi juga sudah cukup membuat si suami merasakan serunya bercinta dengan Anda.

Misal, ketika anak-anak sedang pergi di hari Minggu, si suami sedang mengambil minum di dapur, kejutkan ia dengan pelukan dari belakang. Beri bonus dari pelukan Anda, selipkan tangan Anda ke dalam celananya, dan selanjutnya, terserah Anda. Atau, di sore hari, ketika ia bilang akan mandi, bilang Anda mau ikut. Bantu ia membersihkan tubuh dengan maksud tulus, tapi tentu Anda juga mau memastikan ia membersihkan setiap senti tubuhnya, kan? Sabuni tubuhnya perlahan, sesekali kecup nakal bibirnya.

Biasa bercinta dengan lampu mati? Kenapa tidak nyalakan saja lampunya? Anda tak perlu menyembunyikan lemak-lemak itu, toh ia sudah tahu dan tetap mencintai Anda. Kepercayaan diri Anda juga bisa jadi hal yang seksi di matanya. Nyalakan musik pengantar bercinta supaya ada ritme di ranjang.

Bagi para pria, tentunya bukan hanya Anda yang perlu “diservis”, ketika istri Anda sudah melakukan satu atau beberapa tips di atas, tak ada salahnya untuk “membalas” perbuatan baiknya, kan?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau