IndoManUtd Berencana Tonton MU di Luar Negeri

Kompas.com - 20/07/2009, 00:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kelompok pendukung Manchester United (MU) Indonesia, IndoManUtd, ragu MU akan datang ke Indonesia dalam waktu dekat. Mereka pun berencana menggelar tur untuk menyaksikan pertandingan MU di luar negeri.

Menurut Moderator IndoManUtd, Rachmat Aditya, MU melakukan tur ke Asia dua tahun sekali. Mengingat insiden bom di Hotel Ritz-Carlton dan JW Marriott, Jumat (17/7), Aditya ragu Indonesia akan menjadi tujuan MU dalam tur Asia mereka berikutnya.

Karenanya, bila MU kembali menggelar tur ke Asia, IndoManUtd berkeinginan menonton pertandingan MU di luar negeri saja. "Situasi keamanan Indonesia sulit ditebak. Seandainya pada tur Asia berikutnya, MU berkunjung ke Kuala Lumpur, mungkin kita akan pergi ke sana," ujarnya di sela-sela pertemuan nasional IndoManUtd di Jakarta, Minggu (19/7).

Mengenai batalnya kunjungan MU ke Indonesia, Aditya mengaku kecewa. Namun, itu tidak menyurutkan semangat solidaritas IndoManUtd untuk menyatakan duka cita kepada keluarga korban pengeboman di Ritz Carlton dan JW Marriott.

"Ada banyak pihak dirugikan atas peristiwa bom itu. Saya dan teman-teman kecewa MU batal datang. Namun, jangan sampai itu membuat kita melupakan mereka yang menjadi korban dan pihak lain yang lebih menderita," ungkapnya di sela-sela acara pertemuan nasional IndoManUtd di Jakarta, Minggu (17/7).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau