Inflasi Rendah, Jika Kurs Rupiah Stabil

Kompas.com - 20/07/2009, 11:59 WIB

AMBON, KOMPAS.com - Target Bank Indonesia untuk tetap menjaga laju inflasi secara nasional sebesar empat persen selama tahun 2009 cukup realistis dan bisa tercapai asalkan Bank Indonesia (BI) dapat menjaga stabilitas rupiah terhadap kurs valuta asing.

"Selain itu perlu adanya koordinasi kebijakan yang efektif antara BI dengan otoritas fiskal karena pergerakan inflasi yang dipengaruhi kebijakan fiskal," kata pengamat Ekonomi Maluku, Dr. Latief Kharie di Ambon, Senin (20/7).

Menurut dia, selama pertumbuhan investasi triwulan II tahun 2009 juga dapat memberikan efek yang sangat positif terhadap output dalam jangka pendek sebab prediksi inflasi empat persen ini lebih didasarkan ekspektasi positif terhadap stabilitas internal rupiah untuk harga-harga domestik.

Kemudian secara eksternal perkembangan nilai tukar rupiah terhadap kurs valuta asing yang dari aspek kebijakan terindikasi angka suku bunga rujukan BI rate dan suku bungan instrumen kebijakan yang relatif redah.

"Kenaikan harga-harga barang jelang Puasa dan Ramadhan diperkirakan hanya bersifat temporer atau sementara dan akan kembali mengalami penurunan sehingga tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap kestabilan nasional," kata doktor bidang ekonomi moneter dan keuangan internasional lulusan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung ini.

Faktor lain yan cukup berpengaruh berupa keberhasilan pemerintah menjalankan program nasional konversi penggunaan minyak tanah ke gas sehingga tren peningkatan harga minyak di pasar dunia tidak akan segera direspon pemerintah dengan meningkatkan harga Bahan Bakar Minyak.

"Mengingat tidak terdapat peningkatan beban subsidi dalam struktur APBN," Kata Latief Kharie yang juga Pembantu Dekan II Fakultas Ekonomi Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon ini.

Sementara Deputi Pemimpin BI Cabang Ambon, Luctor Tapiehru secara terpisah menjelaskan, kelancaran pasokan barang dari luar daerah berupa aneka jenis pangan, terutama komoditas beras bisa menjamin kestabilan harga pasaran dengan permintaan konsumen menyebabkan upaya menjaga laju inflasi di Kota Ambon tetap rendah meskipun sudah mendekati perayaan ibadah Puasa dan Idulfitri.

"Tinggi dan rendahnya inflasi di Kota Ambon biasanya dipengaruhi komoditas ikan dan pangan khususnya beras sehingga kalau komoditas ini berkurang di pasaran akan berpengaruh bagi meningkatnya angka inflasi," katanya.

Oleh karenanya, BI memprediksi laju pertumbuhan inflasi seperti ini bisa dipertahankan, meskipun pelaksanaan Ibadah Puasa dan Ramadhan sudah dekat, asalkan pemerintah melalui dinas/instansi terkait tetap menjaga stok berbagai komoditas pangan atau kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dan arus pasokan dari luar daerah lancar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau