Kombes Pol Agus: Saya Cuma "Ngecek" Pasien

Kompas.com - 20/07/2009, 13:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pada Senin (20/7) para korban ledakan bom Mega Kuningan yang dirawat di RS Metropolitan Medical Centre mendapat kunjungan dari pihak kedokteran Polda Metro Jaya.

"Mengecek pasien. Saya sebagai dokter, saya ngecek," kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Agus Prayitno kepada para wartawan setelah 15 menit mengunjungi para koran di RS MMC Jakarta, Senin.

Agus menuturkan, kondisi para korban sudah stabil. Kondisinya dalam keadaan baik walaupun masih sakit akibat luka bakar, pecahan kaca, pecahan bom, kena bangku, dan sedikit stres.

"Kami serahkan semuanya pada rumah sakit ini. Sudah mendapat pelayanan terbaik dari rumah sakit ini," tutur Agus.

Menurut Agus yang datang bersama seorang bawahannya, data pasien yang didapatkannya akan dimasukkan sebagai arsip. Salah satu yang didapatkan Agus adalah sepucuk harapan.

"Harapan mereka pada prinsipnya mereka mengutuk kegiatan itu (tindak teroris) dan ingin dari pihak Polri segera menangkap pelakunya," tandas Agus.

Kedelapan pasien yang dikunjungi Agus adalah Andrew Stuart Cobhan, warga negara Kanada, serta Giovanni ME Suhardi, I Gusti Agung Rai, Marico Asmarawati Z, Oky Utomo, Sudargo, Yurika Martianingrum, dan Yusuf Purnomo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau