Evert Mocodompis Belum Memberi Nama untuk Bayinya

Kompas.com - 20/07/2009, 14:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anak kandung Evert Mocodompis (33) yang baru dilahirkan Ratna Mocodompis, istri Evert, Sabtu (18/7) di Rumah Sakit IMC, Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Banten, belum sempat diberi nama dan belum melihat ayahnya.
    
Evert merupakan salah satu korban tewas ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (17/7).
    
"Keluarga Mocodompis belum sempat memberikan nama kepada anak Evert yang baru dilahirkan ibu Ratna pada Sabtu siang mengingat dalam kondisi seperti ini keluarga Mocodompis sibuk mengurus pemakaman Evert di tempat pemakaman umum Tanah Kusir, Jakarta," kata juru bicara keluarga korban, Petrus Sugiarto, di Tangerang, Senin.

Petrus Sugiarto mengatakan, setelah Evert ditemukan tewas akibat ledakan bom di Hotel JW Marriot, Jumat, keesokan harinya atau Sabtu, Ratna, istri Evert, melahirkan anak berjenis kelamin laki-laki dengan berat 3,6 kilogram di Rumah Sakit IMC, Bintaro, Tangerang Selatan.
 
"Semua keluarga masih dalam kondisi berduka. Istri Evert belum pulih seusai melahirkan ditambah dia masih mengingat almarhum suami yang baru meninggal karena ledakan bom. Nama anak kandung Evert yang baru dilahirkan akan diberikan setelah kondisi keluarga mulai membaik," ujar Petrus.
   
Petrus mengungkapkan, Evert begitu menantikan kelahiran anak keduanya. Setelah sebelumnya Evert dan Ratna memiliki seorang anak perempuan bernama Susan Angelina (4,5).
    
"Selama menjadi seorang ayah bagi seorang putri. Pak Evert begitu menantikan untuk melihat wajah anak keduanya, tetapi nasib berkata lain," ujar Petrus.
    
Tidak hanya itu. Ia mengungkapkan, kesehatan ibunda Evert, Farida Mocodompis, terganggu ketika dilangsungkan pembacaan doa kebaktian di rumah duka, Jalan Cendrawasih III, Pondok Maharta Blok D IV No 19 RT 011 RW 011, Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten, Senin siang.
    
"Ibu Farida tadi sempat pingsan, kemungkinan ia kena serangan jantung. Kini beliau telah dilarikan ke salah satu rumah sakit di Tangerang. Semua keluarga masih terpukul dengan meninggalnya Evert," kata Petrus.
   
Sementara itu, Vice President JW Marriott John Norton mengatakan, sewaktu Evert menjadi Manager Banquet di Hotel JW Marriott selama tujuh tahun, anak kedua dari empat bersaudara pasangan Victor dan Farida Mocodompis itu selalu memberikan yang terbaik bagi perusahaan.
    
"Tujuh tahun Evert telah memberikan yang terbaik bagi perusahaan dengan semangat dan dedikasi yang tinggi. Kami begitu kehilangan setelah ia menjadi salah satu korban ledakan bom," ujar John Norton.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau