JAKARTA, KOMPAS.com — Dunia perhotelan di Indonesia tertolong long weekend sehingga penurunan tingkat hunian belum terasa walaupun tiga hari pascapeledakan tersebut, ada ratusan orang yang membatalkan kunjungannya ke Indonesia, terutama Bali. "Angka ratusan tersebut belum terasa pada saat ini karena tertolong adanya weekend," ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Wilayah Jakarta Krishnadi kepada wartawan di Jakarta Media Crisis Center, Belagio Mall, Mega Kuningan, Jakarta, Senin (20/7).
Menurut dia, turis yang membatalkan kunjungannya ke Indonesia itu berasal dari Australia, Jepang, dan salah satu negara di Eropa.
Berdasarkan pengalaman bom sebelumnya, PHRI memperkirakan akan ada penurunan sekitar 10-20 persen pada tingkat hunian di Jakarta. Sementara itu, tingkat hunian hotel di Indonesia akan merosot 20-30 persen. "Namun, ini baru akan terlihat seminggu lagi," ujar Direktur Eksekutif PHRI Carla Parengkuan.
Untuk mengatasi agar tingkat hunian tidak anjlok meski ada penurunan, PHRI akan tetap melakukan promosi. Promosi ini diharapkan mampu menunjukkan kepercayaan diri Indonesia. "Percaya diri kalau Indonesia aman," imbuh Krishnadi.
PHRI juga meminta agar media massa dan kepolisian memberikan info terbaru kepada seluruh dunia dengan sebenar-benarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang