Polisi Tak Pernah Bilang N Pelaku Pengeboman

Kompas.com - 20/07/2009, 16:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumat (17/7) malam, tak berapa lama dari ledakan bom di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri mengatakan polisi menduga pelaku pengeboman di JW Marriott berinisial N.

Ini diketahui dari daftar booking kamar 1808, tempat ditemukannya bom rakitan yang masih aktif. Terkait hal tersebut, Polri meluruskan, ini masih dugaan. "Kami tidak pernah mengatakan dia pelakunya. Kami mengatakan dia diduga," jelas Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Sulistyo Ishak, kepada wartawan, di Jakarta Media Crisis Center, Jakarta, Senin (20/7).

Dia juga meluruskan tentang sejumlah foto dan video yang beredar di media massa akhir-akhir ini. "Foto dan video yang beredar saat ini, saya yakini tidak berasal dari kepolisian. Kami hanya menyampaikan hal-hal yang didukung fakta," tukasnya.

Sementara itu, sampai saat ini, Polri belum memberikan informasi tentang identitas pelaku bom bunuh diri di Hotel Ritz Carlton. Begitu pula dengan modus operandinya. Selain itu, Polri juga belum menyatakan pelaku bom bunuh diri terdapat di antara empat jenazah yang belum teridentifikasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau