Gagal Nonton MU, Manohara pun Jadi

Kompas.com - 20/07/2009, 19:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Demi menonton klub sepak bola favorit Manchester United (MU), 25 orang dari Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah ada di Jakarta. Tak dinyana, pertandingan MU yang rencananya digelar hari ini melawan Indonesia All Stars batal, karena bom yang meledak di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Charlton, tempat yang sudah dipesan untuk menginap para pemain MU dan tim Indonesia.

"Kami sudah siapkan 3 bulan lalu. Kita kecewa, bahwa ternyata ada lagi kejadian yang sifatnya tidak menghargai kreativitas orang lain," kata Eddy Mochtar Rio, Koordinator MU Fans Club Sumbawa, kepada Kompas.Com di RS Metropolitan Medical Centre Jakarta, Senin (20/7).

Menurut Eddy, para penggila MU tersebut datang ke Jakarta dalam 2 rombongan. Pertama datang 11 orang lalu 14 orang, sehingga total 25 orang.

"Di antaranya ada gubernur NTB (Muhammad Zainul Majdi). Ia juga fans MU," ungkap Eddy yang juga menjadi Manajer Persatuan Sepak Bola Indonesia Sumbawa.

Lebih jauh ia menyayangkan pengeboman tersebut, karena terkait dengan dunia pariwisata yang sedang digalakkan pemerintah dan Pemda NTB melalui Visit Lombok Sumbawa 2012.

"Kejadian ini terus terang saja saya cukup kecewa. Semoga ini tidak berpengaruh bagi masyarakat Sumbawa. Gaya-gaya anarkis ini harus dilawan," papar Eddy.

Yang menarik, dia bersama keenam rekannya sepakat bahwa kehadiran Manohara Odelia Pinot di RS MMC bisa menjadi obat kekecewaan mereka karena batal menonton MU.

"Alhamdulillah dengan kehadiran Manohara menjadi inspirasi bagi kami sebagai pengobat luka. kami bisa melihat Manohara, kekecewaan kami dapat terobati semua," tandas Eddy.

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin siang (20/7), Manohara mengunjungi para korban bom Mega Kuningan di RS MCC. Ia didampingi pengacaranya Farhat Abas dan belasan Laskar Merah Putih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau