JAKARTA, KOMPAS.com - Demi menonton klub sepak bola favorit Manchester United (MU), 25 orang dari Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah ada di Jakarta. Tak dinyana, pertandingan MU yang rencananya digelar hari ini melawan Indonesia All Stars batal, karena bom yang meledak di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Charlton, tempat yang sudah dipesan untuk menginap para pemain MU dan tim Indonesia.
"Kami sudah siapkan 3 bulan lalu. Kita kecewa, bahwa ternyata ada lagi kejadian yang sifatnya tidak menghargai kreativitas orang lain," kata Eddy Mochtar Rio, Koordinator MU Fans Club Sumbawa, kepada Kompas.Com di RS Metropolitan Medical Centre Jakarta, Senin (20/7).
Menurut Eddy, para penggila MU tersebut datang ke Jakarta dalam 2 rombongan. Pertama datang 11 orang lalu 14 orang, sehingga total 25 orang.
"Di antaranya ada gubernur NTB (Muhammad Zainul Majdi). Ia juga fans MU," ungkap Eddy yang juga menjadi Manajer Persatuan Sepak Bola Indonesia Sumbawa.
Lebih jauh ia menyayangkan pengeboman tersebut, karena terkait dengan dunia pariwisata yang sedang digalakkan pemerintah dan Pemda NTB melalui Visit Lombok Sumbawa 2012.
"Kejadian ini terus terang saja saya cukup kecewa. Semoga ini tidak berpengaruh bagi masyarakat Sumbawa. Gaya-gaya anarkis ini harus dilawan," papar Eddy.
Yang menarik, dia bersama keenam rekannya sepakat bahwa kehadiran Manohara Odelia Pinot di RS MMC bisa menjadi obat kekecewaan mereka karena batal menonton MU.
"Alhamdulillah dengan kehadiran Manohara menjadi inspirasi bagi kami sebagai pengobat luka. kami bisa melihat Manohara, kekecewaan kami dapat terobati semua," tandas Eddy.
Seperti diberitakan sebelumnya, Senin siang (20/7), Manohara mengunjungi para korban bom Mega Kuningan di RS MCC. Ia didampingi pengacaranya Farhat Abas dan belasan Laskar Merah Putih.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang