NEW DELHI, KOMPAS.com - Tersangka utama serangan di Mumbai, India, November lalu --yang menewaskan sekitar 170 orang-- mengaku bersalah. Mohammad Ajmal Amir Qasab, yang dituntut dengan 86 dakwaan, Senin (20/7), mengakui perannya dalam serangan tersebut.
Dakwaannya antara lain mencakup mengobarkan perang melawan India, pembunuhan, serta menyeludupkan maupun memiliki bahan peledak. "Saya mengaku bersalah atas kejahatan saya," begitulah pengakuannya dihadapan majelis hakim dalam sidang.
Penasihat hukumnya mengatakan tidak terlibat apapun dalam pengakuan Qasab itu dan tidak jelas apa yang membuat dia kini mengaku bersalah.
Bukan yang pertama
Sebenarnya tak lama setelah ditangkap, polisi mengatakan Qasab mengaku bersalah namun dalam sidang awal pertamanya pada Mei dia berubah sikap dengan menolak semua dakwaan yang diajukan kepadanya.
Jaksa penuntut mengatakan terkejut dengan pengakuan Qasab, yang merupakan satu-satunya penyerang yang masih hidup.
"Kami tidak memperkirakan hal ini. Kami semua terkejut ketika dia mengaku bersalah," kata jaksa penuntut Ujjwal Nikam.
Lebih dari 170 orang tewas dalam serangan di Mumbai, termasuk 9 pria bersenjata yang merupakan penyerang itu.
"Ya, dia menyatakan bersalah di sidang hari ini dalam serangan Bulan November," kata seorang polisi senior, Rakesh Maria.
Masih perlu dipertanyakan apakah kelak dia akan mengubah kembali sikapnya, namun pengakuan bersalah tersebut sudah dicatat pengadilan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang