Percaya, Orang Indonesia Makin Senang Yogurt

Kompas.com - 21/07/2009, 07:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagai salah satu makanan tersehat, yogurt alias susu yang diproses menjadi susu asam dengan bantuan bakteri tertentu dianjurkan untuk lebih sering dikonsumsi. Nah, bagi penggila yogurt macam model Nadine Chandrawinata, yogurt keluaran Red Mango adalah favoritnya. "Aku pertama kali mencoba di LA (Los Angeles)," tutur perempuan jangkung itu, Sabtu pekan lalu.

Saat ini, tak cuma Nadine yang bakal makin sumringah. Soalnya, waralaba yang berdiri di Korea Selatan sejak tujuh tahun lalu dan kini bermarkas di Sherman Oaks, California, AS, tersebut sudah hadir di Tanah Air. "Sekarang sudah ada di sini," kata Nico Agustino Karnadjaja yang menjadi master franchisee untuk Indonesia.

Bersama Nadine dalam kesempatan peluncuran gerai Red Mango di Mal Taman Anggrek, pria berkacamata itu mengaku dirinya memang keranjingan yogurt. Berangkat dari situlah, Nico mengaku mendapat pemahaman tatkala demam yogurt merebak di Negeri Abang Sam, terlebih di LA dan New York sejak tahun 2006-an. Secara khusus, yang menjadi favorit adalah non-fat frozen yogurt. "Konsep yogurt beku tanpa lemak harusnya bisa diterima juga oleh masyarakat Indonesia," tutur Nico.

Hanya, kata Nico, butuh waktu tak sebentar untuk memboyong nama sekaligus berbagai produk waralaba yang kini dikomandani oleh Daniel J Kim tersebut. Demi memperkenalkan menu andalan mochi berry, misalnya, Nico mesti memeras keringat pula melawan para sesama pesaing asal Indonesia. "Di training center Seoul, saya ikutan cuci mangkok juga lho," katanya dengan mimik serius.

Nico mengaku yakin waralaba yogurt makin meluas saja di Indonesia. "Kalau banyak orang makin tahu yogurt menyehatkan, saya percaya orang Indonesia makin senang (mengonsumsi) yogurt," katanya.

Sementara itu, dalam tahun yang sama, Nico berencana membuka dua gerai lagi di Emporium Pluit dan Grand Indonesia. Di seluruh dunia, Red Mango memiliki ratusan gerai di Korea Selatan, AS, Thailand, Filipina, Singapura, dan Afrika Selatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau