LONDON, KOMPAS.com — Produsen mobil asal Jepang, Nissan Motors Co, menyatakan siap membangun dua pabrik baterai untuk mobil listrik di Inggris Raya atau United Kingdom (UK) dan Portugal. Investasi diperkirakan akan menyerap dana senilai 682,6 juta dollar AS dan dilakukan setelah memperoleh bantuan dana dari Pemerintah Negeri Sakura itu.
“Kedua pihak pemerintahan (UK dan Portugal) telah menawarkan bantuan finansial dan dukungan lainnya untuk memastikan investasi Nissan di negaranya,” ungkap pihak Nissan dikutip Reuters, Senin (20/7).
Rencananya, pembangunan pabrik di UK akan direalisasikan di Sunderland, Utara Inggris, dan akan menyerap dana senilai 328,6 juta dollar AS. Sementara itu, di Portugal, meski belum diputuskan lokasinya, pembangunan pabrik ini membutuhkan investasi senilai 354 juta dollar AS.
Kedua pabrik ini akan memiliki kapasitas terpasang sebesar 60.000 baterai per tahunnya. Di Inggris, diharapkan produksi bisa mulai dilakukan lima tahun mendatang dan akan membuka lapangan pekerjaan baru.
“Investasi Nissan dalam pabrik baterai baru di Sunderland merupakan berita menggembirakan untuk perekonomian lokal. Proyek ini akan menciptakan 350 lapangan pekerjaan,” ujar Gordon Brown selaku Perdana Menteri UK.
Sementara itu, Perdana Menteri Portugal Jose Socrates menilai langkah investasi Nissan di negaranya ini akan memicu proyek mobil listrik oleh produsen lain. Pemerintah setempat, lanjutnya, bahkan menawarkan insentif sebesar 6.500 euro untuk setiap mobil listrik yang terjual. Diharapkan, langkah ini akan mampu menggantikan 20 persen dari populasi mobil yang ada di negara ini.
Eric Nicolas, Vice President Nissan Eropa, mengatakan bahwa basis produksi baterai di dua wilayah ini nantinya akan diekspor ke seluruh negara di Eropa. Jika bisnis mobil listrik terus berkembang, ia menjelaskan, tak menutup kemungkinan Nissan akan berekspansi atau mendirikan pabrik baru di legiun ini.
Selain di Eropa, Nissan juga berencana membangun pabrik serupa untuk memenuhi kebutuhan di Amerika Serikat dan Asia. Untuk Asia, apakah nantinya masuk ke Indonesia? Pemerintah kita harusnya tanggap dengan peluang ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang