Nissan Bangun Pabrik Komponen di Inggris dan Portugal

Kompas.com - 21/07/2009, 09:50 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Produsen mobil asal Jepang, Nissan Motors Co, menyatakan siap membangun dua pabrik baterai untuk mobil listrik di Inggris Raya atau United Kingdom (UK) dan Portugal. Investasi diperkirakan akan menyerap dana senilai 682,6 juta dollar AS dan dilakukan setelah memperoleh bantuan dana dari Pemerintah Negeri Sakura itu.

“Kedua pihak pemerintahan (UK dan Portugal) telah menawarkan bantuan finansial dan dukungan lainnya untuk memastikan investasi Nissan di negaranya,” ungkap pihak Nissan dikutip Reuters, Senin (20/7).

Rencananya, pembangunan pabrik di UK akan direalisasikan di Sunderland, Utara Inggris, dan akan menyerap dana senilai 328,6 juta dollar AS. Sementara itu, di Portugal, meski belum diputuskan lokasinya, pembangunan pabrik ini membutuhkan investasi senilai 354 juta dollar AS.

Kedua pabrik ini akan memiliki kapasitas terpasang sebesar 60.000 baterai per tahunnya. Di Inggris, diharapkan produksi bisa mulai dilakukan lima tahun mendatang dan akan membuka lapangan pekerjaan baru.

“Investasi Nissan dalam pabrik baterai baru di Sunderland merupakan berita menggembirakan untuk perekonomian lokal. Proyek ini akan menciptakan 350 lapangan pekerjaan,” ujar Gordon Brown selaku Perdana Menteri UK.

Sementara itu, Perdana Menteri Portugal Jose Socrates menilai langkah investasi Nissan di negaranya ini akan memicu proyek mobil listrik oleh produsen lain. Pemerintah setempat, lanjutnya, bahkan menawarkan insentif sebesar 6.500 euro untuk setiap mobil listrik yang terjual. Diharapkan, langkah ini akan mampu menggantikan 20 persen dari populasi mobil yang ada di negara ini.

Eric Nicolas, Vice President Nissan Eropa, mengatakan bahwa basis produksi baterai di dua wilayah ini nantinya akan diekspor ke seluruh negara di Eropa. Jika bisnis mobil listrik terus berkembang, ia menjelaskan, tak menutup kemungkinan Nissan akan berekspansi atau mendirikan pabrik baru di legiun ini.

Selain di Eropa, Nissan juga berencana membangun pabrik serupa untuk memenuhi kebutuhan di Amerika Serikat dan Asia. Untuk Asia, apakah nantinya masuk ke Indonesia? Pemerintah kita harusnya tanggap dengan peluang ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau