10 Fakta Tentang Berciuman

Kompas.com - 21/07/2009, 13:48 WIB

KOMPAS.com - Berciuman merupakan salah satu aktivitas fisik paling intim, sensual, dan menyenangkan untuk dilakukan. Semakin baik foreplay yang dilakukan, semakin nyaman hubungan seks yang Anda rasakan. Dan tahukah Anda, bahwa berciuman menyebabkan pria hidup lima tahun lebih lama? Nah, silakan membaca 10 fakta tentang ciuman yang mungkin belum Anda ketahui:

1. Menurut para anthropolog, 90 persen manusia berciuman. Namun tidak berarti semua orang mencium dengan cara yang sama. Berbagai negara di seluruh dunia menerapkan cara atau tradisi berciuman yang berbeda-beda. Contohnya, beberapa suku Afrika mencium tanah tempat pemimpin mereka berpijak. Di Eropa, pria biasa saling mencium (pipi tentunya!) saat bertemu. Di Amerika, orang tidak mencium pipi kiri dan kanan, melainkan hanya salah satu sisi saja. Mencium pipi kiri dan kanan sebagai bentuk salam adalah kebiasaan orang di banyak negara, termasuk Indonesia. Orang Eskimo dan Mesir "mencium" dengan menggosokkan hidung. Dari situlah muncul istilah Eskimo Kiss.

2. PDA (public display of affection) sangat dilarang di Italia pada masa lalu. Pada abad ke-16 di Napoli, orang yang kepergok berciuman bisa dihukum mati.  

3. Tempat juga mempengaruhi urusan berciuman. Meskipun hukumannya tidak sesadis di Italia, mencium masih dianggap terlarang di beberapa tempat di Amerika. Penduduk Cedar Rapids, Iowa, misalnya, tidak diijinkan mencium orang yang belum dikenal. Sedangkan para wanita di Hartford, Connecticut, secara resmi tidak diijinkan mencium suaminya pada hari Minggu. Pria berkumis di negara bagian Indiana dilarang mencium, karena menurut hukum Indiana pria yang memiliki kumis tidak boleh mencium manusia.

4. Kita mencium menggunakan satu otot, orbicularis oris, yang berfungsi menggerakkan bibir untuk mencium. Ilmu mencium itu sendiri disebut philematology.

5. Ingin langsing? Cobalah berciuman lebih sering, karena mencium 1 menit saja dapat membakar 26 kalori. Nah, sekarang jika Anda baru menikmati donat dengan topping cokelat yang meleleh, Anda bisa menghitungnya sendiri berapa banyak kalori yang harus dibakar dengan berciuman.

6. Blarney Stone adalah sebuah dinding batu yang dibangun pada 1446 di atas menara benteng untuk menembak musuh di Blarney Castle, Blarney, sekitar 8 km dari Cork, Irlandia. Menurut legenda, mencium batu ini akan memberikan penciumnya keahlian berbicara. Untuk mencium batu ini, Anda harus duduk dengan punggung menghadap ke batu, sementara teman Anda memegangi kaki Anda. Kemudian Anda rebah ke belakang sambil berpegangan pada tiang besi di kiri-kanan tubuh Anda, dan merundukkan kepala ke bawah hingga Anda mampu mencapai batu dan menciumnya. Namun "ciuman keberuntungan" justru pernah memberikan kemalangan. Seorang peziarah jatuh dari menara hingga tewas ketika mencoba mencium batu tersebut.

7. Berapa lama Anda betah berciuman? Mampukah Anda mengalahkan ketahanan Rich Langley dan Louisa Almedovar, yang mampu berciuman selama 30 jam dan 59 menit? Demi iming-iming hadiah, mungkin mereka rela tidak makan, buang air, dan tidur.

8. Rata-rata, 2/3 orang menelengkan kepala ke samping kanan saat berciuman. Beberapa orang meyakini kecenderung ini sudah dimulai di dalam kandungan, saat bayi belum dilahirkan. Namun alasan sebenarnya mengapa kita memiringkan kepala saat berciuman kemungkinan besar untuk menghindari hidung saling bergesekan.

9. Anda pernah menambahkan kata "XOXO" saat menandatangani kartu ulang tahun atau kartu Valentine kepada teman atau pacar? Apakah Anda mengerti maknanya, atau hanya ikut-ikutan teman? Huruf "X" pada XOXO berarti ciuman, sedangkan "O" dapat diartikan pelukan. Istilah ini ternyata datang dari abad pertengahan, dimana orang terbiasa menuliskan nama mereka dengan "X" saja (karena kebanyakan masyarakatnya masih buta huruf). Setelah itu, mereka mencium dokumennya.

10. Mencium dapat meningkatkan harapan hidup kita. Enggak percaya? Berciuman memang dapat meningkatkan sariawan, atau perpindahan penyakit lain. Namun sebuah studi menyebutkan bahwa pria dapat hidup lima tahun lebih lama jika mereka mencium istri mereka sebelum berangkat ke kantor. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau