SINGAPURA, KOMPAS.com — Kontrak harga emas di perdagangan Asia mengalami kenaikan. Kondisi ini terjadi bersamaan dengan melesatnya saham-saham di bursa Asia dan kian membaiknya outlook perekonomian global. Secara otomatis, kedua hal tersebut meningkatkan permintaan emas sebagai lindung nilai terhadap kenaikan harga.
Seperti yang diketahui, sudah enam hari terakhir, MSCI Asia Pacific Index mengalami kenaikan setelah sejumlah indikator perekonomian AS menunjukkan hasil yang memuaskan. Selain itu, ada pula pernyataan Pimpinan The Federal Reserve Ben S Bernanke yang menyatakan kalau pihaknya akan memperketat kebijakan moneter untuk mencegah inflasi.
“Kian membaiknya outlook perekonomian mendorong investor untuk menghindari risiko inflasi, sehingga menaikkan permintaan akan emas. Kendati demikian, logam mulia akan menghadapi resistensi di atas level 950 dollar AS per troy ounce dalam jangka pendek,” papar Hwang Il Doo, Commodities Broker KEB Futures Co di Seoul.
Kontrak harga emas untuk pengantaran cepat sempat mengalami kenaikan sebesar 0,3 persen menjadi 951,75 dollar AS per troy ounce. Pada pukul 12.47 waktu Singapura, harga emas berada di posisi 949,88 dollar AS per troy ounce. Jika dihitung, sepanjang tahun ini, harga emas sudah mengalami kenaikan sebesar 8 persen. (Barratut Taqiyyah/Kontan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang