JAKARTA, KOMPAS.com — Seperti perkiraan para analis, pasar finansial kita ternyata tak peduli pada ledakan bom. Harga saham justru naik, Selasa (21/7). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,91 persen terhadap penutupan akhir pekan lalu menjadi 2.146,55. Tak cuma naik, itulah rekor tertinggi penutupan IHSG tahun ini.
Selain harga saham tetap naik, rupiah pun menguat terhadap dollar AS. Berdasarkan penutupan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah kemarin menguat 1,29 persen terhadap dollar AS. Kursnya Rp 10.050.
Menurut pengamat pasar, Goei Siauw Hong, teror bom tidak lagi menjadi persoalan buat investor. "Orang lebih melihat pergerakan bursa global dan fundamental ekonomi suatu negara," kata Goei.
Sejauh ini, ekonomi Indonesia masih cukup solid. Data yang terbaru, penerimaan pajak selama semester I-2009 ternyata cuma turun 2,8 persen kendati ada krisis global. Artinya, dampak krisis pada perusahaan di Indonesia dan juga penerimaan negara tidak seburuk dugaan banyak orang.
Sementara itu, kondisi pasar finansial global juga semakin bernuansa positif. Selain itu, kenaikan harga saham di Jakarta juga terdorong oleh kenaikan harga minyak mentah kelas premium West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus menjadi 64,98 dollar AS per barrel. Saham perusahaan yang berkaitan dengan minyak ikut melonjak mendorong IHSG.
Kemarin, total nilai perdagangan di Bursa Efek Indonesia juga tercatat cukup tinggi, Rp 5,43 triliun dengan volume perdagangan 5,12 miliar saham.
Sebetulnya, harga saham di bursa Indonesia sudah tidak murah lagi. "Namun, saat ini likuiditas melimpah dan tren bunga masih rendah. Akhirnya investor asing mencari pasar yang pengaruh krisis globalnya lebih kecil, seperti Indonesia," kata Goei.
Sepekan ke depan, Goei memperkirakan, IHSG berada di kisaran 2.100 hingga 2.200. Adapun pengamat pasar modal, Martin Panggabean, menilai, "Hingga sebulan ke depan, indeks akan berkutat pada kisaran 2.100-2.300." (Herlina KD, Wahyu Tri Rahmawati, Novrida Manurung/Kontan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang