Mantap! Pasar Finansial Indonesia Kebal Teror

Kompas.com - 22/07/2009, 07:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Seperti perkiraan para analis, pasar finansial kita ternyata tak peduli pada ledakan bom. Harga saham justru naik, Selasa (21/7). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,91 persen terhadap penutupan akhir pekan lalu menjadi 2.146,55. Tak cuma naik, itulah rekor tertinggi penutupan IHSG tahun ini.

Selain harga saham tetap naik, rupiah pun menguat terhadap dollar AS. Berdasarkan penutupan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah kemarin menguat 1,29 persen terhadap dollar AS. Kursnya Rp 10.050.

Menurut pengamat pasar, Goei Siauw Hong, teror bom tidak lagi menjadi persoalan buat investor. "Orang lebih melihat pergerakan bursa global dan fundamental ekonomi suatu negara," kata Goei.

Sejauh ini, ekonomi Indonesia masih cukup solid. Data yang terbaru, penerimaan pajak selama semester I-2009 ternyata cuma turun 2,8 persen kendati ada krisis global. Artinya, dampak krisis pada perusahaan di Indonesia dan juga penerimaan negara tidak seburuk dugaan banyak orang.

Sementara itu, kondisi pasar finansial global juga semakin bernuansa positif. Selain itu, kenaikan harga saham di Jakarta juga terdorong oleh kenaikan harga minyak mentah kelas premium West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus menjadi 64,98 dollar AS per barrel. Saham perusahaan yang berkaitan dengan minyak ikut melonjak mendorong IHSG.

Kemarin, total nilai perdagangan di Bursa Efek Indonesia juga tercatat cukup tinggi, Rp 5,43 triliun dengan volume perdagangan 5,12 miliar saham.

Sebetulnya, harga saham di bursa Indonesia sudah tidak murah lagi. "Namun, saat ini likuiditas melimpah dan tren bunga masih rendah. Akhirnya investor asing mencari pasar yang pengaruh krisis globalnya lebih kecil, seperti Indonesia," kata Goei.

Sepekan ke depan, Goei memperkirakan, IHSG berada di kisaran 2.100 hingga 2.200. Adapun pengamat pasar modal, Martin Panggabean, menilai, "Hingga sebulan ke depan, indeks akan berkutat pada kisaran 2.100-2.300." (Herlina KD, Wahyu Tri Rahmawati, Novrida Manurung/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau