Label Boleh Mobil Keluarga, Toyota Avanza Bisa buat Gaya

Kompas.com - 22/07/2009, 11:19 WIB

KOMPAS.com — Ketika dilahirkan pada 2003, semula status Toyota Avanza dengan mesin 1.300 cc sebagai mobil keluarga (baik yang baru menikah, maupun keluarga dengan dua anak). Namun siapa sangka, multi purpose vehicle (MPV) milik PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku ATPM Toyota di Indonesia itu menjadi fenomenal. Tahun itu juga, penjualan mencapai 100.000 unit.

Sesuai dengan namanya yang diambil dari bahasa Italia, "Avanzato", yang mempunyai arti "peningkatan", prestasi Avanza terus membubung. Ia sampai kini menjadi market leader di pasar otomotif nasional, bahkan total penjualannya sejak 2003 hingga kini mendekati angka 350.000 unit.

Prestasi satu lagi, ada pergeseran status dari mobil keluarga menjadi kendaraan kebanggaan anak muda yang bisa diajak gaul. Seperti diutarakan Ketua Umum Avanza-Xenia Indonesia Club (AXIC) Bagus Brawono dan Bramantyo kepada Kompas.com di lokasi yang berbeda, akhir pekan lalu.

Gaya rapi
Sebagai mahasiswa Universitas Atmajaya angkatan 2005, Bramantyo bangga dengan Toyota Avanza 1.3 seri G pertama produksi 2004 miliknya. "Memang, Avanza mobil keluarga, tapi bentuknya yang enggak kaku bisa kita bikin gaya, sesuai kemauan anak muda," alasan siswa jurusan manajemen ini.

Dengan modal di bawah Rp 10 juta, Bram—begitu dirinya biasa disapa—mampu bikin tampilan MPV merah marun-nya itu, selain rapi, juga mencerminkan darah mudanya.

Tengok keempat roda, sudah menggunakan velg 17 inci buatan Taiwan dibalut ban Neutron A1/40/17/205. Kaki-kakinya, menurut anggota AXIC chapter Pakubuwono, Jakarta Selatan ini, sudah memakai punya Peugeot 405 (depan) dan Toyota Crown (belakang).

Masuk interior, nuansa merah kombinasi coklat muda terpancar, mulai dari jok, sampai door trim yang sudah dilapisi kulit sintetis Camaro keluaran MBTech. Bram pun mengakui, modifikasi dilakukan bertahap. "Ya, nyicil, bukan pas beli langsung diganti semua,"paparnya.

Bentuk tubuh pas
Bagus Brawono (35) memilih Avanza lantaran keunggulan Toyota sebagai brand yang telah "terwarisi" di keluarganya. Bahkan, ia mengaku ketika menjual Avanza tipe G tahun produksi 2005 miliknya dijual, ia malah mendapat keuntungan Rp 10 juta.

"Lebaran tahun lalu, saya jual Avanza seharga Rp 115 juta. Padahal, waktu belinya Rp 110 juta dan uangnya saya belikan lagi dengan Avanza 2007 yang sudah VVT-i seharga yang sama," kenang Business Development salah satu vendor telekomunikasi di Indonesia ini.

Selain keunggulan di atas, lanjut Bagus, bentuk "tubuh" Avanza sangat pas, kompak, dan muat banyak. Bagus sendiri sudah mengubah interiornya dengan peranti entertainment agar kedua buah hatinya betah berlama-lama. (Agung Kurniawan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau