Gereja HKBP Dibongkar, Umat Mengadu ke Komnas HAM

Kompas.com - 22/07/2009, 14:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekitar 30 orang perwakilan dari HKBP Parung Panjang Jakarta, didampingi Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI), mendatangi kantor Komnas HAM, Rabu (22/7), Jakarta. Kedatangan mereka terkait dengan pembongkaran gereja milik jemaat HKPB Parung Panjang oleh Satpol PP Kabupaten Bogor pada Selasa kemarin.

Kedatangan mereka diterima oleh Komisioner Komnas HAM Johny Nelson Simanjuntak yang didampingi dua staf Subkomisi Pemantauan dan Penyelidikan. Pihak HKBP mengaku, pembongkaran bangunan gereja tersebut terkait dengan belum terbitnya surat izin mendirikan bangunan (IMB). "Mohon fasilitasi kami, kami ini juga warga negara Indonesia, kami hanya ingin beribadah dengan damai. Bukannya tidak mau membuat IMB tapi kami merasa dipersulit," demikian dikatakan Walman Nainggolan, seorang perwakilan dari HKBP Parung Panjang.

Menurut Walman, mereka sudah mendapatkan persetujuan dari warga sekitar sesuai dengan ketentuan SKB 2 menteri. Selain itu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) juga telah mereka libatkan. Namun, IMB tak pernah terealisasi.

Sedangkan Hendrik Sirait dari PBHI menilai, permasalahan IMB sebagai landasan pembongkaran rumah ibadah HKBP Parung Panjang adalah bentuk diskriminasi. Hal ini mengingat banyaknya bangunan di sekitar Parung Panjang yang tidak memiliki IMB, tetapi tidak dibongkar.

Menurut Hendrik, perlu digarisbawahi bahwa pihak HKBP telah mengurus perizinan pendirian gereja, tetapi hingga kini permohonan belum juga dikabulkan. "Bukan tidak mungkin kami akan mengajukan gugatan hukum terhadap bupati setempat," tambah Hendrik.

Sementara itum Johny Nelson Simanjuntak dari Komnas HAM berjanji akan menindaklanjuti masalah ini. "Kami akan segera berkomunikasi dengan Depag dan FKUB mengenai hal ini, kami juga akan meminta bupati setempat menyediakan tempat ibadah sementara agar Minggu nanti anggota HKBP tetap bisa melaksanakan ibadah mereka, dan mendesak aparat kepolisian untuk memberikan jaminan keamanan bagi mereka," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau