JAKARTA, KOMPAS.com — Hotel Indonesia Kempinski mendapat ancaman bom pada Rabu (22/7) sekitar pukul 12.00. Tim Gegana segera mengerahkan dua mobil operasi dari Polda Metro Jaya dan hingga berita ini diturunkan mereka masih menyisir gedung itu.
Sebanyak 20 personel gegana menyisir bagian dalam Hotel Indonesia Kempinski, bagian parkir, lobi, dan basement. Sejauh ini belum ada indikasi adanya bom.
Sementara itu, para karyawan dan pengunjung Grand Indonesia Kempinski segera dievakuasi menyusul ancaman bom di pusat perbelanjaan mewah di Jakarta Pusat itu. Mereka sekarang dikumpulkan di seberang Hotel Grand Hyatt. Polisi juga telah menutup jalan masuk ke hotel.
Senior Manager Marketing Communication Grand Indonesia Teges Prita Soraya mengatakan, ancaman bom ada di Hotel Indonesia Kempinski bukan Grand Indonesia.
"Meskipun Grand Indonesia berada satu kompleks dengan Hotel Indonesia Kempinski, belum ada perintah evakuasi," katanya.
Radian (32), karyawan hotel itu, mengemukakan, sekitar pukul 12.00 karyawan diminta meninggalkan gedung oleh pihak manajemen.
"Katanya ada ancaman bom," ujarnya dan menambahkan, manajemen menyarankan karyawan tidak pergi jauh agar mudah dipanggil kembali.
Berdasarkan pantauan, Grand Indonesia masih aman, tetapi sejumlah pengunjung memilih meninggalkan mal tersebut. Mereka khawatir jika ancaman bom itu benar.
"Saya mau makan siang, tapi saya dengar ada ancaman bom, jadi saya keluar saja," ujar Riani (25), pengunjung Grand Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang