Pelaku Bom Bunuh Diri di JW Marriott Mungkin Orang Asing

Kompas.com - 22/07/2009, 15:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil rekonstruksi dan sketsa wajah pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott, Jumat (17/7), oleh tim Disaster Victim Identification Markas Besar Polri semakin memperkuat dugaan bahwa pelaku pengeboman adalah orang asing. Seperti diberitakan, salah satu ciri pelaku adalah memiliki tinggi badan sekitar 180-190 cm dan berusia 16-17 tahun.

Pakar hubungan internasional Universitas Parahyangan Prof Anak Agung Banyu Perwita mengatakan hal serupa. Namun, Perwita mengatakan, terlalu dini jika ciri fisik pelaku langsung dikaitkan dengan kelompok terorisme Al Qaeda.

"Ada banyak kemungkinan pelaku. Orang-orang Asia Tengah juga memiliki ciri fisik ukuran badan yang tinggi," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (22/7) di Jakarta.

Sebelumnya, hasil pemeriksaan polisi terhadap DNA dua pelaku dengan keluarga Nur Hasbi di Temanggung dan Ibrahim di Kuningan, Jawa Barat, ternyata tidak sama. Kadiv Humas Irjen Pol Nanan Sukarna mengatakan, pihaknya kini terus menggali identitas pelaku Bom Kuningan tersebut.

Perwita mengatakan, pelaku bom mungkin berhubungan dengan kasus melonjaknya arus imigran dari Pakistan dan suatu negara di Timur Tengah. Hal ini sesuai dengan data yang dilansir Kabag Humas Direktorat Imigrasi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Barimbing Maroloan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau