Agar Si Dia Siap Berkomitmen

Kompas.com - 22/07/2009, 15:58 WIB

KOMPAS.com - Capek dengan gaya pacaran Anda yang seolah jalan di tempat? Mungkin sudah saatnya Anda mengajak si dia menjajaki komitmen tentang masa depan. Ini caranya.

Cintai diri sendiri
Tanpa rasa nyaman terhadap diri sendiri, jangan harap orang lain akan mencintai Anda. Manfaatkan waktu untuk menikmati hobi, mengembangkan wawasan, serta menggali aspek spiritual, supaya diri Anda selalu “berisi” dan tampil berseri-seri. Selain berguna untuk menggali rasa percaya diri dan membuat Anda merasa happy sepanjang hari, berbagai aktivitas ini juga kian membuat Anda terlihat menarik di mata si dia. Perempuan yang tahu apa kemauannya akan selalu tampak seksi di mata pria.

Ekspresikan cinta tanpa syarat
Hubungan yang kuat tidak hanya didasarkan pada kenyamanan terhadap diri satu sama lain. Perasaan sayang juga perlu diungkapkan dalam bentuk tindakan. Ekspresikan rasa cinta Anda kepada kekasih lewat pandangan mata dan sentuhan lembut. Sekali-sekali, tak ada salahnya Anda memberikan kejutan kecil seperti memasak makanan kesukaannya (meski hasilnya tidak seenak yang dibeli di restoran). Yang penting, dia tahu bahwa Anda tidak keberatan “bersusah-susah” demi dirinya.

No "drama queen"
Salah satu ciri hubungan asmara yang dewasa, menurut John Gray dalam buku Mars and Venus on a Date, adalah kedua belah pihak tahu betul bagaimana memposisikan diri serta memainkan peran di dalamnya. Makanya, singkirkan jauh-jauh kebiasaan buruk yang bisa merusak hubungan, seperti membesar-besarkan masalah, ngambek tanpa sebab, serta mencemburui semua perempuan yang dekat dengannya. Pria mana yang mau terus-terusan menjalani hubungan cinta yang seperti “roller coaster”?

Berikan waktu baginya
Dibandingkan perempuan, kaun Adam akan berpikir jauh lebih lama sebelum memutuskan untuk berkomitmen. Memang ada pria yang sedari awal berkenalan sudah mengaku hendak mencari calon istri. Tetapi tetap saja, meski tak ingin “main-main lagi” dan sudah menemukan seseorang yang memenuhi ekspektasinya akan calon pendamping, seorang pria butuh waktu untuk memastikan bahwa dirinya sudah mantap menjalani hubungan serius. Waktu penantian akan lebih lama apabila dia masih belum ajeg dalam berkarier. Jadi, sabar-sabar saja menunggu, ya?

Santai saja
Sambil menanti dia berpikir, jangan sia-siakan waktu Anda dengan menekuk wajah dan memikirkan hal-hal negatif. Santai saja. Nikmati saat-saat Anda berkencan dengannya dan jangan malah menambah beban pikirannya dengan memasang tampang angker sepanjang hari. Miliki rasa humor dan jadikan ajang kencan menjadi ajang ngobrol yang nyaman dan menyenangkan. Dia akan menyadari bahwa Anda adalah pasangan yang layak dipertahankan karena kehadiran Anda membuat hari-harinya terasa lebih menyenangkan.

Saling menghargai
Penghargaan yang diberikan oleh orang terkasih bisa menjadi suplemen paling ampuh dalam mengembangkan diri. Terlebih, menurut Michael Gurian, penulis buku The Male Brain, pria senang dikagumi. Makanya, sebagai kekasih, jadikan diri Anda penyulut semangat si dia dengan memberikan penghargaan atas berbagai prestasi yang diraihnya. Dia tentunya akan memastikan Anda selalu mendapatkan tempat teristimewa di dalam hatinya dan tak butuh waktu lama untuk menjadikan Anda pendamping hidupnya.

Bicarakan dengannya
Jika merasa perlu berbicara dengannya, pertimbangkan dengan matang pendekatan yang akan Anda lakukan. Hindari mengungkit masalah komitmen dengan kalimat yang bernada serius (yang malah membuatnya terintimidasi). Sebaliknya, akan menguntungkan apabila Anda mampu menunjukkan sikap positif dan santai. Katakan bahwa Anda merasa sangat senang menghabiskan waktu bersamanya, dan tanyakan apakah dia pun berpendapat serupa.

Move on
Anda telah melakukan berbagai pendekatan, namun si dia tak juga mau diajak berkomitmen? Mungkin sudah saatnya memberikan ruang yang lebih lapang bagi Anda berdua berpikir. Rencanakan perjalanan liburan seorang diri selama beberapa hari. Selama terpisah jarak, dia akan menyadari perasaan kehilangan dan tak lengkap tanpa kehadiran Anda. Supaya tidak kehilangan lagi, dia akan menyatakan diri siap untuk berkomitmen. Namun, apabila dia merasa baik-baik saja atau bahkan senang karena mendapat “kebebasan”, berarti sudah saatnya untuk move on dan mencari orang lain yang mampu memenuhi ekspektasi Anda.

 (Nayu Novita)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau