Mega-Pro: Kok Tabulasi Masih Jalan?

Kompas.com - 22/07/2009, 16:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Saksi pasangan calon presiden dan wakil presiden Mega-Prabowo, Arif Wibowo, mempertanyakan masih berjalannya tabulasi Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng), padahal rekapitulasi manual perolehan suara secara nasional sudah dimulai hari ini, Rabu (22/7) di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Pak Ketua, saya dapat info. Teman-teman bilang tabulasi tetap berjalan, sedangkan rekap sudah kita mulai," kata Arif dalam pleno rekap.

Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary yang mendengarnya segera menginstruksikan kepada Sekjen KPU Suripto Bambang Setyadi untuk menutup tabulasi segera. "Betul, tabulasi itu distop saja karena sudah dimulai penghitungan. Mana Pak Sekjen? Terima kasih Pak Arif," kata Hafiz singkat.

Situng dibuka beberapa jam setelah penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) ditayangkan pada tanggal 18 Juli lalu hingga hari ini di alamat website http://tnp.kpu.go.id.

Anggota KPU Abdul Azis mengatakan sudah menginstruksikan untuk memberhentikan proses penghitungan di tabulasi, tetapi belum memutuskan untuk menutupnya. "Sekarang sudah berhenti. Stag di situ. Tapi belum ditutup. Kan saya enggak bisa putuskan sendiri. Karena itu permintaan, ya sudah kita berhentikan. Tapi masih tayang," tutur Azis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau