JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, meski terjadi ledakan bom di Mega Kuningan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap 4,3 persen. Pasalnya, sampai saat ini ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton pada Jumat (17/7) lalu tidak terlalu signifikan pengaruhnya terhadap laju pertumbuhan ekonomi. "Kita tidak merevisi pertumbuhan ekonomi 2009," katanya seusai rapat antara menteri bidang ekonomi dan Kadin di Jakarta, Rabu (22/7).
Menurut Menkeu, kejadian bom Kuningan tidak pengaruhi aktivitas ekonomi riil sampai hari ini tidak signifikan. Seandainya ada berbagai spekulasi pengaruh terhadap perekonomian, antisipasi dari arus manusianya (wisman) dan arus barang.
Memang terjadi pembatalan kedatangan wisman ke Indonesia, kata Menkeu, tetapi wisatawan tersebut karena menginap di kedua hotel yang diledakkan itu. "Cancellation tidak mencolok, dalam derajat yang wajar," imbuh Menkeu.
Selain itu, ia menegaskan persepsi dunia international terhadap Indonesia masih bagus. "Mereka masih confidence yang tinggi terhadap mengatasi keamanan dan policy pemerintah," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang