Kemarau Bakal Lebih Lama

Kompas.com - 22/07/2009, 20:47 WIB

TEGAL, KOMPAS.com - Musim kemarau di Indonesia, termasuk pantura, diperkirakan akan lebih panjang. Hal tersebut akibat pengaruh munculnya fenomena El Nino. Oleh karena itu, masyarakat perlu memperhatikan ketersediaan air, terutama untuk pertanian.

Kepala Stasiun Meteorologi Tegal, Sartono, Rabu (22/7) mengatakan, El Nino terjadi akibat perbedaan suhu muka laut di perairan Indonesia dan Pasific Tengah. Dalam kondisi tersebut, suhu muka laut Pasific Tengah panas, sedangkan suhu muka laut di perairan Indonesia dingin. Fenomena tersebut berdampak pada berkurangnya jumlah curah hujan.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, El Nino yang terjadi pada bulan Juli hingga Agustus 2009 diperkirakan bersifat lemah, El Nino pada bukan September, Oktober, dan Desember 2009 bersifat menengah, sedangkan El Nino pada bul an November 2009 dan Januari 2009 diperkirakan bersifat kuat.

Menurut dia, akibat berkurangnya curah hujan, musim kemarau akan cenderung berlangsung lebih lama. Hal tersebut seperti terjadi pada fenomena El Nino tahun 1991 dan 1997. Sebagai contoh untuk wilayah Losari, Brebes, pada tahun 1991, musim kemarau berlangs ung mulai bulan Mei hingga Desember, sedangkan pada tahun 1997, musim kemarau berlangsung mulai bulan April hingga November.

Meskipun demikian menurut Sartono, tidak semua daerah akan mengalami kemarau yang panjang. Beberapa daerah di wilayah atas (perbukitan), diperkirakan akan mulai mendapatkan hujan pada bulan November. Kalau untuk wilayah pantura, kemungkinan sampai Januari baru ada hujan, ujarnya.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memperhatikan ketersediaan air. Penggunaan air harus dilakukan secara hati-hati, agar tidak terjadi krisis air bersih di masyarakat. Selain itu, petani juga diharapkan memperhatikan pola tanam. Sebelum musim pengh ujan tiba, mereka diharapkan menanam tanaman yang tidak membutuhkan banyak air.

 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau