NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak bervariasi pada Rabu (22/7) waktu setempat karena kehati-hatian baru. Hal ini mendorong pedagang menempatkan rem di pasar dan mencerna berita tentang penurunan stok energi AS sesui dengan prakiraan.
Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah "light sweet" untuk pengiriman September, turun 21 sen untuk ditutup pada 65,40 dollar AS per barrel.
Sedangkan di London, minyak mentah "Brent North Sea" untuk pengiriman September naik 34 sen menjadi menetap di 67,21 dollar AS per barrel.
Departemen Energi AS (DoE) pada Rabu mengatakan, bahwa persediaan minyak mentah Amerika merosot 1,8 juta barel pada minggu yang berakhir 17 Juli. Penurunan stok minyak mentah AS dianggap sebagai indikasi meningkatnya permintaan di negara konsumen energi terbesar di dunia. Namun, angka itu sesuai dengan harapan pasar
DoE menambahkan cadangan bensin AS meningkat sebesar 800.000 barel dan distilasi yang termasuk bahan bakar pemanas dan diesel, naik 1,2 juta barel pada pekan lalu.
Beberapa analis mengatakan optimisme mengenai pemulihan ekonomi melembut oleh komentar dari Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke, yang muncul di kongres pada Selasa dan Rabu menyajikan ekonomi terbaru dari bank sentral.
Bernanke mempertahankan pandangan "bukan jenis sebenarnya dari pembicaraan stimulus menggairahkan minyak yang ingin didengar," kata Phil Flynn dari pada PFG Best Research.
"Dengan memuncaknya pasokan minyak, pasar yang bergairah ingin Fed mengatakan mereka sedang mencetak lebih banyak dan lebih banyak uang sehingga minyak dapat terus meningkat meskipun pasokan cukup. Kegairahan minyak di sisi lain diketahui menurun sebagai alasan harga minyak telah rally dalam kuartal terakhir menyusul stimulus historis Fed," tutur Flynn.
Ketua Fed mengatakan kepada para pembuat undang-undang pada Selasa, terdapat "perbaikan terkemuka" di pasar keuangan dan ekonomi yang lebih cerah ke depan, tetapi juga banyak risiko akibat tingginya pengangguran.
"Untuk mengatasi kemunduran besar ekonomi dan membatasi tekanan inflasi, kebijakan moneter tetap difokuskan untuk membantu pemulihan ekonomi," ujar Bernanke.
Harga minyak mentah telah bangkit pada Selasa, terangkat oleh kenaikan hasil laba perusahaan AS yang menyulut harapan baru untuk pemulihan ekonomi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang