Seksualitas Sering Jadi Sumber Keretakan Keluarga

Kompas.com - 23/07/2009, 13:19 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Masalah seksualitas, seperti ketidakpuasan hubungan seks, ketidakmampuan menikmati hubungan intim, dan kegagapan mengomunikasikan masalah ini dengan pasangan, sering menjadi pemicu keretakan hubungan suami istri dan keluarga.
     
"Memang banyak permasalahan yang muncul dalam keluarga yang berakar dari problem seksualitas seperti itu, yang pada akhirnya menimbulkan berbagai perkara dalam rumah tangga," kata Direktur Pelaksana Daerah Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Tengah, Farid Husni di Semarang, Kamis.
      
Menurut dia, kekerasan seksual, perselingkuhan, hingga terinfeksi HIV/AIDS merupakan implikasi serius dari ketidaksetiaan pasangan yang dipicu oleh masalah seksualitas. Mengutip hasil penelitian Suciptawati pada 2003 terhadap 50 responden perempuan berusia 18-50 tahun di Bali, Farid mengungkapkan, 22 persen responden mengaku, kurangnya komunikasi suami istri menjadi penyebab perselingkuhan. Sebanyak 78 responden, katanya, juga sepakat bahwa disfungsi seksual dapat memicu perselingkuhan.

Menurut dia, masih lekatnya budaya patriakhi, penafsiran agama yang kurang tepat, rasa tabu, dan kurangnya informasi mengenai seks yang sehat juga menjadi hambatan untuk mengomunikasikan permasalahan seksual antara suami istri.
     
"Mereka cenderung memendam permasalahan seks tersebut, bahkan malah mencari kompensasi lain sebagai penyalurannya sehingga yang didapat bukan solusi, melainkan dampak buruk hubungan suami istri," katanya.
     
Farid menilai, pembahasan masalah seksulitas yang cenderung tidak seimbang karena hanya menyorotinya dari sisi negatif, misalnya kasus kekerasan seksual, eksploitasi, prostitusi, dan lainnya. "Padahal, sangat penting membahas seksualitas dari sisi positif, misalnya bagaimana membangun keintiman dalam rumah tangga untuk menjaga keselarasan hubungan suami istri," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau