JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamanan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang semakin diperketat sejak Kamis (23/7) kemarin, diikuti dengan penutupan Jalan Imam Bonjol di dua arah, baik dari arah Imam Bonjol menuju Bundaran Hotel Indonesia maupun dari Bundaran HI menuju Jalan Imam Bonjol. Hal ini dikeluhkan sejumlah pengguna kendaraan bermotor yang akan melewati Jalan Imam Bonjol.
Bakti (27), seorang pengendara sepeda motor yang melintas di Jalan HOS Cokroaminoto, mengeluh karena tidak bisa mengarahkan kendarannya ke Jalan Imam Bonjol.
"Bakti dihentikan petugas kepolisian yang berjaga, tepat saat akan membelokkan sepeda motornya yang berwarna hitam, di perempatan Jalan Imam Bonjol. "Mau ke mana mas," tanya petugas kepolisian tersebut. Mendengar itu, Bakti menjawab tanpa membuka helm yang dikenakannya. "Mau ke Sudirman," jawab Bakti.
Petugas kepolisian itu kemudian menghalau Bakti dan mempersilakannya untuk terus melewati Jalan HOS Cokroaminoto dan mencari jalan alternatif lain. Akhirnya, sambil ngomel Bakti melanjutkan perjalanan. "Wah gimana sih ini kok pakai ditutup-tutup," kata Bakti mengeluh.
Hal yang sama juga dikeluhkan seorang karyawan KPU yang tidak mau disebutkan namanya. Menurutnya, dirinya terpaksa berjalan kaki dari Jalan Teluk Betung menuju Kantor KPU karena angkutan umum yang ditumpanginya tidak melewati Jalan Imam Bonjol.
Wanita berambut cepak ini menggunakan bus jalur 67 jurusan Blok M-Senen. Karena penutupan jalan, bus ini hanya berjalan dari arah Bundaran HI terus berbelok ke kiri menuju Jalan Teluk Betung. Padahal, biasanya bus tersebut melaju lurus ke arah Jalan Imam Bonjol.
"Biasanya turun tepat di depan KPU, terus tinggal nyeberang. Ini harus berjalan dari ujung jalan itu," ujarnya.
Karena ini, ia mengaku rugi waktu sekitar 10 menit. Namun, ia memaklumi hal ini dilakukan demi keamanan Kantor KPU serta menjaga kelancaran jalannya proses rekapitulasi penghitungan suara tingkat nasional dan penetapannya.
"Ya sehat sih. Biasanya tidak pernah jalan. Maklumlah ini demi keamanan. Tetapi terlalu berlebihan kalau alasannya hanya demi keamanan. Seharusnya ditutup satu arah saja," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang