INACA: Tak Ada Penurunan Signifikan Penerbangan Pascabom

Kompas.com - 24/07/2009, 13:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekjen Asosiasi Penerbangan Indonesia (INACA) Teuku Burhanuddin mengatakan, pascapeledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton Jakarta, tidak terjadi perubahan signifikan penerbangan dalam dan luar negeri dibanding bulan yang sama tahun 2008.

"Tidak ada cancel penerbangan dalam dan luar negeri secara signifikan," ucapnya saat jumpa pers di Jakarta Media Center, Jumat (24/7).

Menurutnya, dampak bom yang tidak signifikan terhadap dunia penerbangan tersebut akibat cepatnya penanganan kasus tersebut oleh kepolisian sehingga mempercepat pemulihan kepercayaan masyarakat. "Keamanan di bandara juga meningkat dan kita berharap konsisten. Bahkan, Korea berencana menambah penerbangan ke Indonesia," tuturnya.

Namun, kata dia, harus diperhatikan para wisatawan yang berasal dari negara sensitif terhadap keamanan seperti Jepang. "Jika kita ekspose terlampau besar akan berdampak negatif bagi kita," ujarnya.

Ia juga membantah adanya penambahan penerbangan keluar negeri pascapeledakan di dua hotel bintang lima tersebut. "Bukan eksodus tapi untuk mengangkut orang-orang sakit berobat ke luar negeri," tegasnya.

Ketua Umum INACA Iqbal Allan Abdulah meminta insiden bom tersebut tidak perlu dibesar-besarkan media karena publikasi yang besar menjadi keinginan para teroris. "Sehingga masyarakat menjadi takut," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau