JAKARTA, KOMPAS.com — Sekjen Asosiasi Penerbangan Indonesia (INACA) Teuku Burhanuddin mengatakan, pascapeledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton Jakarta, tidak terjadi perubahan signifikan penerbangan dalam dan luar negeri dibanding bulan yang sama tahun 2008.
"Tidak ada cancel penerbangan dalam dan luar negeri secara signifikan," ucapnya saat jumpa pers di Jakarta Media Center, Jumat (24/7).
Menurutnya, dampak bom yang tidak signifikan terhadap dunia penerbangan tersebut akibat cepatnya penanganan kasus tersebut oleh kepolisian sehingga mempercepat pemulihan kepercayaan masyarakat. "Keamanan di bandara juga meningkat dan kita berharap konsisten. Bahkan, Korea berencana menambah penerbangan ke Indonesia," tuturnya.
Namun, kata dia, harus diperhatikan para wisatawan yang berasal dari negara sensitif terhadap keamanan seperti Jepang. "Jika kita ekspose terlampau besar akan berdampak negatif bagi kita," ujarnya.
Ia juga membantah adanya penambahan penerbangan keluar negeri pascapeledakan di dua hotel bintang lima tersebut. "Bukan eksodus tapi untuk mengangkut orang-orang sakit berobat ke luar negeri," tegasnya.
Ketua Umum INACA Iqbal Allan Abdulah meminta insiden bom tersebut tidak perlu dibesar-besarkan media karena publikasi yang besar menjadi keinginan para teroris. "Sehingga masyarakat menjadi takut," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang