KPU: Penetapan Tanpa Ketidakhadiran Calon Tak Kurangi Legalitas

Kompas.com - 24/07/2009, 17:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga kini, pasangan calon Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto belum melakukan konfirmasi kehadiran dalam penetapan hasil Pemilu Presiden 2009. Padahal, acara ini akan digelar Sabtu (25/7) besok, pukul 10.00.

Menurut anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Andi Nurpati, kendati ada pasangan calon presiden dan wakil presiden yang tidak hadir saat penetapan tersebut, hal itu tidak akan memengaruhi legitimasi hasil pemilu presiden.

"Kalau tidak hadir, tidak akan memengaruhi legalitas. Hasil rapat pleno tetap berlaku," kata anggota KPU, Andi Nurpati, ketika ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (24/7).

Menurut Andi, penetapan hasil pemilu presiden hanya ditandatangani oleh Ketua KPU dan anggota KPU. "Di situ tidak ada tanda tangan pasangan calon. Saksi juga hanya penandatanganan berita acara hasil rekap kemarin," tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary. Menurutnya, dalam UU Pilpres nomor 42/2008 hanya disebutkan bahwa penetapan hasil pilpres dihadiri oleh capres dan cawapres dan Bawaslu. Kendati tidak hadir, maka hal itu tidak akan membatalkan penetapan.

"Tidak apa-apa kalau mereka (capres dan cawapres) tidak hadir. Itu hak mereka. Enak saja kalau tidak hadir terus tiba-tiba batal," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau