JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah Singapura dan Indonesia, produsen mobil asal Malaysia, Proton, akan melebarkan sayapnya ke Thailand hingga ke Timur Tengah. Managing Director Proton Edar Indonesia (PEI) Dato' Syed Zainal Abidin Syed Mohamed Tahir mengatakan, perluasan pasar memang cita-cita Proton setelah cukup puas bermain di kedua negara tetangganya ini.
"Indonesia adalah negara kedua tujuan ekspor produk kami. Ke depan, kami akan ekspor ke Thailand. Beberapa bulan lagi juga ke daerah Timur Tengah," tutur Dato' Syed di sela-sela peluncuran Proton Exora di stan Proton dalam The 17th Indonesia International Motor Show 2009 di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Jumat (24/7).
Sebagai produsen yang tergolong muda, cita-cita Proton tak muluk-muluk. Di dunia, market share-nya mencapai 3,8 persen. Pada tahun pertama, penjualan Proton mencapai 800 unit dan meningkat hingga 1.300 unit di tahun kedua. Pada tahun ketiga, Proton menargetkan penjualan hingga 3.000 unit.
Di Indonesia, ada tujuh model yang dipasarkan, termasuk Exora, Waja, Gen2, dan Neo. Dua model lainnya, Perdana dan Arina, hanya dipasarkan di Singapura. Total, ada sembilan model yang dihasilkan oleh Proton. Kehadiran Exora MPV di Indonesia merupakan bukti bahwa Proton secara cerdas menangkap kebutuhan pasar Indonesia. "Ini produk yang dinanti-nanti. Karena jika kita ingin sukses di Indonesia, kita harus punya MPV yang berkapasitas besar," ujar Dato' Syed di sela-sela peluncuran Exora.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang