Foton Tambah ATPM untuk Tembus Pasar Indonesia

Kompas.com - 24/07/2009, 19:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Foton, produsen kendaraan komersial dari China, berusaha meningkatkan penetrasi pasar mereka di Indonesia. Setelah menggandeng PT Indobuana Auto Raya (IBAR) dari Indomobil Group, Foton juga bermitra dengan PT Foton Mobilindo dari Modern Group. Kalau IBAR menjual truk ringan (light truck), Foton Mobilindo justru bermain pada kendaraan penumpang (bus), MPV, dan truk berat (heavy duty truck).

Pada pembukaan IIMS2009, Foton meluncurkan dua produknya sekaligus, yaitu mikrobus View XLC dan truk besar, 6 x 4, Auman. Juga dipajang MP-X atau multi-purpose vehicle 7 penumpang (3 deret jok) dengan dimensi 4.790 (panjang) x 1.825 (lebar) x 1.950 (tinggi) mm.

Menurut James Hartono, CEO PT Foton Mobilindo, saat ini mereka fokus bermain di segmen pertambangan dan mikrobus untuk travel.

“Kita masih dalam pengenalan. Jadi, belum ada target. Baru dua bulan diperkenalkan,” ujarnya. Ditambahkan, Foton merupakan produsen kendaraan komersial China yang didirikan pada 1996 dan telah menghasilkan 3,2 juta kendaraan di seluruh dunia.

Saat ini, menurut James, Foton adalah pemain nomor dua untuk kendaraan komersial global selama tiga tahun berturut-turut. Di China, Foton nomor satu dalam lima tahun terakhir. Karena itulah, Foton juga berencana  akan mendirikan pabriknya di Indonesia agar bisa memberikan harga yang makin kompetitif.

"Untuk Foton View XLC, sudah dirakit di Indonesia, di PT Gaya Motors," ujar James. Ia berharap, dengan pengenalan yang gencar, pihaknya bisa menjual 1.000 unit Foton sampai akhir tahun ini.

Sementara itu, Dong Haiyang, Wakil Presiden Beiqi Foton Motor Co Ltd dari China, mengatakan, Indonesia merupakan pasar kendaraan komersial yang sangat menarik di kawasan Asia Pasifik. Kendati dunia dilanda krisis, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik.

"Karena itulah, Foton mempercepat proses penetrasi ke pasar Indonesia," tegasnya. Faktor lain yang membuatnya bersemangat memasarkan produknya di Indonesia karena banyak kegiatan pertambangan. "Inilah yang menyebabkan kami memasarkan heavy-duty truck," tambahnya.

Dijelaskan pula, nilai tambah yang ditawarkan produknya buat konsumen Indonesia adalah harga yang kompetitif. Namun, kualitas tidak kalah dibandingkan truk dari negara lainnya.

Foton View XLC, yang merupakan mikrobus mewah, dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp 220 juta-Rp 250 juta. Selain digunakan sebagai bus travel, menurut James Hartono, mikrobus ini juga banyak dimanfaatkan untuk ambulans. Ternyata, pasar otomotif Indonesia sangat menjanjikan!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau