DPR Tolak Stimulus Fiskal 2010

Kompas.com - 24/07/2009, 20:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menolak adanya stimulus fiskal di tahun 2010. DPR merekomendasikan agar dana stimulus dipakai secara regular dan masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2010 secara normal.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Olie Dodoikambei mengatakan stimulus diberikan hanya pada 2009 karena kondisi ekonomi Indonesia sedang mengalami krisis. Sedangkan pada 2010, perekonomian Indonesia diperkirakan sudah akan kembali pulih sehingga seharusnya dana untuk masyarakat miskin termasuk bantuan-bantuan terhadap pemulihan ekonomi dimasukkan secara normal dalam APBN 2010.

“Pada 2009 stimulus diberikan saat APBN sudah jalan, kalau sekarang jangan memakai bahasa stimulus lagi, tapi akan masuk dalam program K/L dari awal,” kata Olie di Jakarta, Jumat (24/7).

Menurutnya, dana stimulus diperlukan untuk mengenjot ekonomi yang saat itu sedang mengalami resesi, sehingga diperlukan program yang cepat dan tepat untuk memutar kembali roda ekonomi dan menahan tingkat konsumsi masyarakat.

Olie menegaskan, dalam RAPBN 2010 tidak akan ada lagi kata-kata stimulus fiskal. DPR menginginkan agar program-program yang sudah ada seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), program padat karya termasuk program yang pro rakyat diperbesar alokasi dananya sehingga lebih mempunyai dampak yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan dan lapangan kerja bagi masyarakat.

Pada 2010, dorongan ekonomi akan diberikan dengan alokasi belanja pemerintah yang lebih besar terutama yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. (Uji Agung Santosa/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau