Johannesburg, Jumat -
Meski demikian, Zuma juga menegaskan, tidak ada pembenaran untuk kekerasan. Oleh karena itu, Jumat (24/7), dia menyatakan memberikan dukungan penuh kepada kepolisian dalam menghadap aksi-aksi protes yang pecah pada pekan lalu.
Seperti dilaporkan BBC, kemarin, Zuma juga meminta pengertian dari dewan-dewan dan serikat-serikat pekerja yang mengancam akan melakukan pemogokan untuk meminta kenaikan gaji.
”Para pengusaha dan pekerja harus berunding dengan niat baik dan harus siap saling memahami posisi masing-masing,” kata Presiden Afrika Selatan itu.
Polisi menembakkan peluru-peluru karet dan gas air mata, Rabu (22/7), kepada para pemrotes yang menyerukan penggantian pejabat-pejabat lokal partai berkuasa ANC karena korupsi dan buruknya fasilitas publik di sejumlah kota-kota kecil Afrika Selatan.
Sekitar 200 orang ditangkap dalam beberapa aksi demonstrasi.
Krisis itu merupakan ujian awal bagi Zuma yang resmi menjadi presiden sejak Mei lalu, setelah dalam kampanyenya berjanji melakukan berbagai hal lebih untuk membantu warga miskin.
Afrika Selatan mengumumkan pada Juni lalu tengah menghadapi resesi terburuk dalam 17 tahun terakhir.
BBC melaporkan, saat ini adalah pertengahan musim dingin di Afrika Selatan, yang sangat dingin. Sementara banyak pekerja kehilangan pekerjaan sehingga dampak resesi terasa langsung karena rakyat tidak mampu membayar tagihan untuk gas dan bahan bakar.
Serikat pekerja sektor bahan bakar setuju atas tawaran kenaikan gaji sebesar 9,5 persen, Kamis lalu, tetapi memperingatkan kemungkinan masih akan melakukan pemogokan sebagai simpati terhadap para pekerja sektor kertas dan kimia yang masih belum mendapatkan tawaran kenaikan gaji dari para pengusaha.
Dewan-dewan pekerja lainnya juga mengancam akan tetap tinggal di rumah mulai hari Senin pekan depan. Hal tersebut bisa membuat ribuan pegawai pemerintah lokal terpaksa tinggal di rumah karena ketiadaan transportasi sehingga akan melumpuhkan sektor publik di Afrika Selatan.
Apabila aksi mereka berlanjut, hal tersebut akan melumpuhkan pertambangan-pertambangan terbesar dunia yang ada di negara itu.
Polisi mengatakan, ketenangan telah kembali di kota Siyathemba, di tenggara Johannesburg, setelah empat hari aksi pembangkangan.
”Konstitusi kita memberikan kepada rakyat hak atas kebebasan berkumpul dan berekspresi, dan untuk melakukan protes ketika mereka merasa perlu melakukannya, tetapi ini harus dilakukan dalam koridor hukum,” papar Presiden Zuma sambil menambahkan bahwa kekerasan, penjarahan, dan perusakan harta benda atau penyerangan terhadap warga asing tidak boleh lagi terjadi di Afrika Selatan.