Mega-Prabowo Dipastikan Tak Hadiri Penetapan Pilpres

Kompas.com - 25/07/2009, 09:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto, dipastikan tidak hadir dalam penetapan hasil Pemilu Presiden 2009, Sabtu (25/7).

Ketua DPP PDI-P Arif Budimanta mengatakan, baik Mega maupun Prabowo tengah ada kesibukan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Namun, lebih jauh ia enggan menyebut kesibukan apa yang dimaksud.

"Bu Mega dan Pak Prabowo ada tugas lain," kata Arif kepada Kompas.com, Jakarta, Sabtu (25/7).

Menurutnya, tim Mega-Prabowo telah menggelar rapat internal dan memutuskan hanya mengirim tim kampanye nasional untuk menghadiri penetapan pagi ini. Sebab, tambah Arif, pihaknya menganggap acara yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pagi ini bukanlah penetapan hasil pilpres, melainkan hanya pengumuman.

"Sudah dirapatkan dalam rapat kemarin. Bukan kita tidak mau datang, tetapi ini kan bukan penetapan. Ini hanya pengumuman saja. Kalau penetapan itu setelah semua proses hukum sengketa pilpres selesai. Kalau penetapan kita akan datang," tuturnya. Sedianya, timkamnas yang akan hadir, di antaranya Fadli Zon, Arif Wibowo, dan Gayus Lumbuun.

Sebelumnya, Anggota KPU Andi Nurpati mengatakan, hingga Jumat (24/7) malam, pasangan SBY-Boediono dan JK-Wiranto telah memastikan hadir dalam acara ini. "Yang sudah konfirmasi pasangan nomor urut 2 dan nomor urut 3," kata Andi, Kamis (24/7) malam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau