JAKARTA, KOMPAS.com — Jakarta Media Crisis Center (JMCC) sebagai pusat informasi pascaledakan bom yang terjadi di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, resmi ditutup hari ini, Sabtu (25/7).
"Mulai hari ini informasi diberikan ke instansi masing-masing secara fungsional. Dari apa yang saya tahu, belum ada info terbaru sampai sekarang," ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di JMCC, Sabtu.
JMCC yang berada di Mal Bellagio, Mega Kuningan, dibentuk atas prakarsa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Di tempat tersebut diberikan informasi-informasi terbaru pengaruh atas terjadinya ledakan bom dari pemerintah ataupun hasil penyelidikan yang didapatkan pihak kepolisian.
Dengan demikian, lanjut Foke—panggilan Fauzi Bowo—semua sumber informasi kembali berfungsi secara fungsional, polisi kembali ke markasnya yang di Mabes dan Polda Metro Jaya. Kemudian Pemprov DKI kembali ke Balaikota.
Lebih jauh Foke menerangkan, Pemprov DKI telah menyelesaikan tugasnya dalam menangani kasus peledakan tersebut. Namun, ia menyadari masih banyak korban memerlukan bantuan biaya pengobatan. "Hal tersebut (biaya pengobatan korban) akan ditanggung oleh Depkes," ujarnya.
Sementara itu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna saat dihubungi mengatakan hal serupa. "Ya mulai Senin-lah resminya semua keterangan diberikan di Mabes," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (25/7). Sampai saat ini, lanjut dia, pihak kepolisian masih terus mengadakan rapat untuk membahas penyidikan bom Marriott dan Ritz-Carlton.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang