Magnet Pemain Top Bikin Penonton Berdesak-desakan

Kompas.com - 25/07/2009, 22:17 WIB

KOMPAS.com - ANIMO masyarakat kota Tegal dan sekitarnya untuk melihat secara langsung jagoan-jagoan senior dan masa depan bulu tangkis Indonesia, sungguh luar biasa. Paling tidak, hal itu bisa dilihat dari begitu banyaknya penonton yang datang saat babak perempat final dan semifinal berlangsung.

Bahkan, meski hujan sempat mengguyur kota di kawasan pantura ini, pecinta badminton seolah tak terpengaruh dan terus membanjiri arena di GOR Sinar Mutiara, Kota Tegal.

Magnet Hariyanto Arbi, Hermawan Susanto, Vita Marissa, Tri Kusharyanto sampai bintang muda seperti Rendy Sugiarto, Rizki dkk dari pelatnas Pratama yang datang khusus dari Akademi Militer Magelang, sangat terasa menjadi faktor terbesar. Selain penonton yang berjubel, suasana seperti itu menjadi satu pemacu positif bagi atlet yang tengah bertanding, terutama yang berlabel pelatnas, agar bisa menunjukkan kemampuan sesungguhnya.

"Di sini penontonnya luar biasa, mereka tak mendukung satu pemain saja, tapi siapapun yang bermain baik dan mampu menyuguhkan game-game bagus, selalu ada tepuk tangan meriah yang membuat kami pasti makin bersemangat untuk menyuguhkan apa yang terbaik yang kami miliki," tutur Rendy Sugiarto, pemain ganda putra yang baru saja meraih gelar juara di ajang Asian Youth Tournament di Kuala Lumpur, Malaysia akhir pekan lalu.

Saking banyaknya animo masyarakat yang ingin menonton aksi jagoan tepok bulu Indonesia, mereka pun rela berdesak-desakan, ada juga yang sampai duduk di tepi lapangan, bersebelahan dengan para hakim garis. Meski sebenarnya dilarang karena bisa mengganggu kinerja aparat pertandingan dan konsentrasi pemain, tapi itu justru menjadi nilai pembeda tersendiri. Arti lain, bulu tangkis ternyata bisa menjadi alat hiburan yang efektif bagi siapapun.

Tak ayal, GOR yang sebenarnya hanya mampu menampung sekitar 800 orang tersebut harus merasakan kelebihan muatan. Tak heran, guna mengantisipasi makin membludaknya penonton, pihak penyelenggara dan Djarum memilih untuk menayangkan siaran langsung melalui layar lebar di Alun Alun kota Tegal.

"Kita akan gunakan layar LED milik Djarum yang sudah ada di sana. Kami memang tak ingin menodai atau mengecewakan keinginan masyarakat Tegal untuk melihat jagoan-jagoan bulu tangkis Indonesia ini. Jadi kami putuskan untuk membuat acara nonton bareng di sana. Ini semua sebagai bentuk aspresiasi tinggi terhadap kehadiran turnamen ini di Tegal," tegas Ketua Umum POR PB Djarum, FX Supanji.

Perhelatan layanan layar lebar tersebut sudah bisa dinikmati masyarakat luas mulai hari Sabtu (25/7) ini, tepat di babak semifinal dan partai final. Para pemain yang mendengar kabar ini mengaku gembira dan terus terpacu untuk memberikan yang terbaik. (BUD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau