Kekeringan Ancam Produksi Karet Jabar

Kompas.com - 26/07/2009, 20:32 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Petani karet di Jawa Barat mulai memperbanyak penggunaan pupuk organik cair mengantisipasi ancaman musim kemarau panjang sebagai dampak iklim El Nino yang diperkirakan terjadi hingga awal 2010. Jika musim kering panjang terjadi, produksi komoditas karet diperkirakan turun hingga 50 persen dengan potensi kerugian mencapai miliaran rupiah.

Ketua Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Jabar, Asep Hermawan, Minggu (26/7), di Bandung mengatakan, harga pupuk organik cair sebenarnya relatif mahal, yakni Rp 60.000 per setengah liter. Namun, unsur-unsur kimia pupuk organik cair mampu mempertahankan kandungan air di dalam pohon karet.

"Sejauh ini, hanya langkah itu yang bisa dilakukan petani. Kendati butuh biaya lebih banyak, diharapkan, penggunaan pupuk organik cair bisa sedikit menekan kerugian petani akibat musim kering panjang," kata Asep.

Saat ini, harga karet rakyat di pasaran berkisar Rp 13.000-Rp 22.000 per kilogram tergantung kualitas. Dengan produksi sekitar 3.500 ton per tahun, volume perdagangan karet rakyat di Jabar setahun mencapai Rp 61,25 miliar.

Asep mengatakan, volume getah karet basah yang dihasilkan dari perkebunan rakyat berkisar 350-500 gram per pohon. Namun, jika ancaman kekeringan panjang terjadi, kapasitas produksi getah bisa menyusut hingga 150 gram per pohon.

"Jika produksi menyusut, kerugian petani sangat besar. Saat ini, petani tidak memiliki banyak pilihan solusi karena keterbatasan dana," ujarnya.

Menurut Asep, solusi yang lebih optimal sebenarnya dengan menambah pasokan air ke pohon karet. Pasokan air dimasukkan ke dalam tanah di bawah pohon karet melalui selang. Namun, teknologi tersebut membutuhkan investasi yang tidak sedikit dan belum memungkinkan bagi petani.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau