Milan Kurang Striker dan "Full-back"

Kompas.com - 26/07/2009, 23:56 WIB

CALIFORNIA, KOMPAS.com - Gelandang AC Milan Gennaro Gattuso mengakui bahwa timnya masih memiliki lubang di beberapa lini depan dan belakang. Ia menilai "I Rossoneri" masih perlu membeli striker dan full-back.

Sampai kini Milan terus berupaya mencari seorang penyerang untuk mempertajam serangan mereka setelah Kaka pindah ke Real Madrid. Pelatih Leonardo Araujo masih memerlukan seorang ujung tombak untuk menggantikan Filippo Inzaghi yang sudah menginjak usia senja. Alexandre Pato sebetulnya digadang-gadang sebagai penggantinya, tapi pemain Brasil itu lebih suka menjadi second striker seperti Kaka.

Masalahnya, Milan pun menemui kendala dalam perburuan pemain baru. Keterbatasan dana menghambat usaha untuk mendatangkan pemain berpengalaman. Beberapa striker yang ia dekati mundur karena klub mereka menolak tawaran "Il Diavolo" yang terlalu rendah.

"Hingga batas bursa transfer pada 31 Agustus, kami berharap ada kado dari presiden kami (Silvio Berlusconi)," ungkap Gattuso kepada Sky Italia. "Kami masih memerlukan seorang striker dan seorang full-back."

"Tim ini tidak dibuat sebagai tumpukan sampah, tapi jika pemain lain datang, kami dapat berbuat lebih baik. Kami masih kehilangan beberapa hal," aku gelandang Italia itu.

Gattuso juga menyesalkan perpindahan Kaka ke Madrid. Namun, ia tak dapat menyalahkan klub karena mereka memerlukan banyak uang untuk menyeimbangkan neraca keuangan klub. "Menyedihkan, karena Kaka adalah salah satu pemain terbesar yang mengenakan jersey Milan. Namun, kami harus maju," ujarnya seraya menegaskan bahwa ia sendiri ingin tetap membela Milan hingga akhir karier. (CH4)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau