RS Polri Masih Tampung Dua Jenazah Ledakan Bom

Kompas.com - 27/07/2009, 09:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ruang Forensik RS Polri Dr Sukanto, Kramat Jati, hingga Senin (27/7) ini masih menampung dua jenazah ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, yang belum diketahui identitasnya.

Dua jenazah itu dalam kondisi serpihan. Kepala dari dua jenazah itu pun berada dalam kondisi terpisah dari tubuhnya. Pihak Mabes Polri menduga, kedua kepala itu merupakan bagian tubuh pelaku bom bunuh diri yang menewaskan sembilan orang dan melukai 53 orang lainnya. Namun, hingga saat ini pihak Mabes Polri belum mengungkap identitas keduanya.

Sebelumnya, pascaledakan bom yang terjadi pada Jumat (17/7), Ruang Forensik RS Polri Dr Sukanto, Kramat Jati, menampung sembilan jenazah korban tewas dalam ledakan itu. Hingga Sabtu (25/7), tim forensik baru dapat mengidentifikasi tujuh jenazah yang kini telah dipulangkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk dikebumikan.

Ketujuh jenazah itu adalah Natan Verity (WN Australia), Craig Senger (WN Australia), Garth McEvoy (WN Australia), Timothy Mackay (WN Selandia Baru), Evert Mocodompis (WN Indonesia), serta yang Sabtu kemarin baru diketahui identitasnya adalah pasangan suami istri asal Belanda, Pieter Burer dan EJC Keaning. Keduanya diterbangkan ke negara asal mereka pada Minggu (26/7) malam dengan menggunakan pesawat dari maskapai KLM.

Hingga saat ini sejumlah aparat kepolisian dan provos yang berasal dari Polres Jakarta Timur, Polda Metro Jaya, dan Mabes Polri masih berjaga-jaga di sekitar Ruang Forensik RS Polri Dr Sukanto, Kramat Jati, Jakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau