JAKARTA, KOMPAS.com — Ruang Forensik RS Polri Dr Sukanto, Kramat Jati, hingga Senin (27/7) ini masih menampung dua jenazah ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, yang belum diketahui identitasnya.
Dua jenazah itu dalam kondisi serpihan. Kepala dari dua jenazah itu pun berada dalam kondisi terpisah dari tubuhnya. Pihak Mabes Polri menduga, kedua kepala itu merupakan bagian tubuh pelaku bom bunuh diri yang menewaskan sembilan orang dan melukai 53 orang lainnya. Namun, hingga saat ini pihak Mabes Polri belum mengungkap identitas keduanya.
Sebelumnya, pascaledakan bom yang terjadi pada Jumat (17/7), Ruang Forensik RS Polri Dr Sukanto, Kramat Jati, menampung sembilan jenazah korban tewas dalam ledakan itu. Hingga Sabtu (25/7), tim forensik baru dapat mengidentifikasi tujuh jenazah yang kini telah dipulangkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk dikebumikan.
Ketujuh jenazah itu adalah Natan Verity (WN Australia), Craig Senger (WN Australia), Garth McEvoy (WN Australia), Timothy Mackay (WN Selandia Baru), Evert Mocodompis (WN Indonesia), serta yang Sabtu kemarin baru diketahui identitasnya adalah pasangan suami istri asal Belanda, Pieter Burer dan EJC Keaning. Keduanya diterbangkan ke negara asal mereka pada Minggu (26/7) malam dengan menggunakan pesawat dari maskapai KLM.
Hingga saat ini sejumlah aparat kepolisian dan provos yang berasal dari Polres Jakarta Timur, Polda Metro Jaya, dan Mabes Polri masih berjaga-jaga di sekitar Ruang Forensik RS Polri Dr Sukanto, Kramat Jati, Jakarta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang