JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai jika ekonomi syariah diterapkan, negara Islam akan mampu bertahan saat krisis global. Pasalnya, dalam ekonomi syariah, semua transaksi berlangsung secara riil dan tidak bergantung pada pasar finansial.
Hal tersebut dikatakan Kalla dalam sambutannya saat membuka Pre Wipl's Assembly Seminar yang bertajuk, "The Islamic and the Future of World Civilizations" yang berlangsung di Sahid Jaya Hotel, Jakarta (27/7). "Dunia Islam seharusnya tidak menderita karena krisis global karena ekonomi syariah diimplementasikan ke pasar riil," ujar Kalla.
Dalam ekonomi syariah, kata Kalla, terdapat aturan zakat 2,5 persen yang bahkan juga diterapkan dalam industri eksplorasi dan pertambangan. Selain itu, ekonomi syariah juga lebih banyak menjelaskan tentang transaksi yang dilakukan secara riil. "Hal itu akan memperkecil jurang kesejahteraan yang banyak terjadi," ujarnya.
Lebih jauh ia menuturkan, jika negara-negara Islam menginginkan agar ekonomi syariah dipakai secara global, mereka harus menerapkan hal tersebut terlebih dahulu. "Bagaimana mau mengajarkan dunia, kalau kita (negara Islam) tidak menerapkan itu," kata dia.
Oleh karena itu, kata Kalla, semua negara Muslim harus menerapkan ekonomi syariah. "Ini kesempatan kita untuk mengubah dunia karena ini (ekonomi syariah) dari Allah. Kita bisa membuat dunia lebih baik," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang