MK Siap Tangani Gugatan Pilpres

Kompas.com - 27/07/2009, 12:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Mukti Fajar menyatakan, MK siap menangani gugatan yang akan diajukan oleh kubu Mega-Prabowo ataupun JK-Wiranto perihal hasil penetapan suara pilpres yang diumumkan pada Sabtu (25/7).

"Kami sebagai lembaga peradilan selalu siap menerima dan menindaklanjuti laporan yang masuk. Mengenai gugatan pilpres ini, MK buka selama 24 jam dan siap menerima dalam waktu 3 x 24 jam," kata Mukti kepada wartawan di Gedung MK, Jakarta Pusat, Senin (27/7).

Kubu Jusuf Kalla-Wiranto sendiri dijadwalkan akan melaporkan gugatannya hari ini. Sementara itu, Mega-Prabowo direncanakan besok. Namun, hingga berita ini diturunkan, kubu Jusuf Kalla-Wiranto belum hadir di Gedung MK.

Mukti juga menjelaskan prosedur dan berbagai kelengkapan dalam mengajukan gugatan persengketaan Pilpres 2009. Laporan gugatan tersebut harus dibuat rangkap 12. Harus cukup jelas alasan mengajukan gugatan dengan dilengkapi sejumlah bukti yang menguatkan. Selain itu, juga harus cukup jelas apa yang dimohonkan.

Kemudian, kata Mukti, jika masih ada kekurangan, pihak pelapor diberi kesempatan dalam waktu 1 x 24 jam untuk memperbaikinya. MK akan memproses laporan gugatan tersebut dalam waktu 14 hari kerja, terhitung dari hari pada saat registrasi. "Sidang pertama tanggal 4 Agustus," kata Mukti.

Kemudian, MK akan merancang hasil putusan sekitar tanggal 12 Agustus. Setelah hasil putusan keluar, MK akan menyerahkan kepada KPU. "KPU wajib menjalankan hasil putusan MK tersebut," tutur Mukti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau