Kolombia Sita Senjata Pemberontak FARC

Kompas.com - 28/07/2009, 03:03 WIB

BOGOTA, KOLOMBIA - Kolombia telah menyita senjata anti-tank dari pemberontak sayap kiri FARC yang dibeli oleh Venezuela di Eropa, Wakil Presiden Francisco Santos mengatakan Senin (27/7), ketika Swedia mencari penjelasan.
   
"Dalam beberapa operasi kami telah menemukan senjata FARC, kami telah menemukan amunisi yang sangat kuat dan peralatan yang sangat kuat, termasuk senjata anti-tank yang sebuah negara Eropa jual pada Venezuela dan membelok ke tangan FARC," Santos mengatakan pada radio Caracol Kolombia.
   
Sejumlah kecil senjata yang diproduksi di Swedia dan dijual ke Venezuela telah ditemukan di sebuah kamp FARC di Kolombia, Jens Eriksson, penasehat poltik menteri perdagangan Swedia mengatakan.
   
Stockholm, ia menambahkan, telah minta penjelasan dari Caracas  bagaimana senjata yang diproduksi di Swedia berakhir di tangan pemberontak Marxis Kolombia itu.
   
Presiden Kolombia Alvaro Uribe, Minggu, mengatakan, FARC telah memperoleh peluncur roket di pasar senjata internasional. Uribe mengatakan pemerintahnya telah mengeluh pada negara-negara yang terlibat melalui saluran diplomatik, tanpa merinci.
   
Penerbitan pertahanan Inggris Jane’s pekan lalu melaporkan bahwa militer Kolombia telah menyita beberapa peluncur roket anti-tank A74 buatan perusahaan Saab, Swedia.
   
Pasukan bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) adalah gerilya paling tua dan terbesar di Amerika Latin, dan telah memerangi pmerintah selama 45 tahun. Kolombia telah lama menduga Presiden Venezuela Hugo Chavez membantu FARC.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau